Selasa, 27 September 2011

Pembangunan Pabrik Garmen PT.Handsome Terhalang Perda

Subang, SENTANAONLINE.com - Upaya mendirikan pabrik garment oleh PT. Handsome di Kampung Cibarola Desa Soklat Kecamatan Subang, masih menemui jalan buntu, karena terbentur dengan aspek-aspek regulasi terutama Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Diantaranya mengenai penetapan bahwa kawasan Kecamatan Subang bukan sebagai kawasan industri. Hal ini terungkap dalam Hearing Rencana Pembangunan Pabrik garment oleh PT. Handsome di Cibarola Kelurahan Soklat Kecamatan Subang yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Subang, Rabu (2/3).

Dari sisi Tata Ruang sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Tata Ruang Pemukiman dan Kebersihan (Tarkimsih), Drs.Rahmat Fatharahman, bahwa sesuai Perda No.4 tahun 2004, Kecamatan Subang diperuntukkan sebagai wilayah pusat pemerintahan dan pendidikan bukan sebagai zona industri. Bagi Badan Lingkungan Hidup daerah (BLHD) Kabupaten Subang, mengacu pada UU no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pembangunan harus sesuai dengan Tata Ruang daerah yang bersangkutan.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Harlan Adinata mengatakan, dari sisi perhubungan daya tampung jalan DI Pandjaitan (Dokter Samsi) dan Cibarola tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan berat dan besar. “Karena kondisinya sangat sempit,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Camat Subang, Tatang Supriatna, S.Sos menyampaikan jika pembangunan pabrik garmen dipaksakan di Cibarola akan menimbulkan resiko class action.

“Namun secara umum pihaknya sangat mendukung investor masuk ke Subang, tetapi harus sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Tatang. Wakil PT Handsome, Mr.Bek Chang Ho dan Lee Seen Woo mengatakan, wilayah yang akan dijadikan lokasi merupakan wilayah yang cocok untuk garmen, karena lokasi tersebut bisa dijangkau oleh karyawan dari mana saja. “Kita berjanji akan mengutamakan tenaga kerja setempat dan membantu bidang pendidikan berupa beasiswa,” kata Bek.

Namun Kepala BPMP, Ir.Hj.Sri Renny mengungkapkan, karena tidak ada titik temu dalam pertemuan tersebut, maka akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk merumuskan kembali tentang hal-hal yang bisa dilakukan. “Nanti akan ada pembicaraan lanjutan dimasa yang akan datang,” tuksanya. Pada hearing tersebut terungkap adanya akternatif yaitu, relokasi dengan mencari tempat yang sesuai dengan peraturan yang berlaku atau melakukan revisi pada Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2004.

Bagi Bupati Subang, Eep Hidayat dalam prolognya sangat mendukung keberadaan investor di Kecamatan Subang karena akan meningkatkan pendapatan Kecamatan Subang karena selama pendapatan Subang masih jauh tertinggal dari kecamatan lainnya. Dengan masuknya investor bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun untuk itu pihak investor tetap harus mematuhi peraturan yang berlaku. (MAN)

 Sumber Berita: http://sentanaonline.com/detail_news/main/1207/1/03/03/2011/index.php 
Sumber Foto:  http://karaktersubang.blogspot.com/2011/03/berita-subang.html

Facebook Comments

0 komentator:

Posting Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<