Selasa, 18 Oktober 2011

BEM UNSUB Subang Demo Maraknya Mini Market

SUBANG,Jabarkita.com,- Puluhan orang Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Subang (Unsub) Selasa siang (28/6) melakukan unjukrasa ke DPRD Kab Subang dan Pemkab Subang mendesak pemerintah menghentikan proses perizinan minimarket.

Mereka menilai, eksploitasi ekonomi secara sporadis oleh pengusaha level atas akan membunuh roda perekonomian masyarakat kecil menengah. Pasalnya, pendirian minimarket di kabupaten Subang tidak sedikit yang jaraknya berdekatan.
“Ini bentuk ekploitasi dan penjajahan ekonomi masyarakat kecil. Mana mungkin mereka bisa bertahan hidup, sementara minimarket ada tidak jauh dari pasar tradisional dan di tengah-tengah masyarakat,” tegas Sekretaris BEM Unsub, Cucu Qodir dalam orasinya di depan gedung DPRD.

Para mahasiswa ini menegaskan, banyak minmarket yang beroperasi namun tidak mengantongi izin. Di lain pihak, tidak sedikit minimarket melakukan pelanggaran perda, seperti jam buka yang seharusnya dari pukul 10.00-22.00 WIB faktanya ada yang buka 24 jam.

“Aneh rasanya jika ada minimarket yang jelas-jelas melanggar perda, hingga saat ini dibiarkan operasi. Kami minta DPRD bersikap, kami tidak butuh janji,” ujar  pendemo saat menyampaikan orasinya,.
Dalam aksinya mereka menggelar longmarch dari kampus Unsub Jalan RA Kartini menuju gedung DPRD di Jalan Dewi Satika Subang. Selain berorasi, pengunjuk rasa ini ini menyampaikan tuntutannya melalui alat peraga.

Rombongan para pengunjukrasa siang itu diterima Agus Maskur Rosyadi Wakil Ketua DPRD Kab Subang dari PKS,H Oman wardjoman Wakil Ketua DPRD Kab Subang dari Fraksi Golongan Karya, serta beberapa anggota DPRD Kabupaten Subang lainnya.
DPRD Subang menilai maraknya minimarket nakal yang terus beroperasi dipicu karena pemerintah tidak memiliki nyali untuk menertibkan minimarket yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) setempat.
Padahal, secara legitimasi pemerintah memiliki kewenangan untuk menertibkan dan mencabut izin operasi minimarket jika ditemukan melakukan pelanggaran prinsip yang dituangkan dalam Perda. Artinya jika ada minimarket yang buka selama 24 jam, berada di kurang dari 100 meter dari pasar tradisional maka pemerintah secara proaktif harus meninjau izin dan bila perlu dicabut.

“Peraturannya sudah jelas koq, sekarang kita tinggal menunggu keberanian pemerintah untuk mengevaluasi perizinannya. Aturan yang dibuat itu kan harus dipatuhi, dan SKPD harus mengikuti apa yang ada dalam aturan,” tegas Wakil Ketua DPRD Subang, Agus Masykur Rosyadi

Secara rinci, yang bertanggung jawab soal izin berdirinya minimarket diantaranya Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP), Dinas Industri, Perdagangan dan Pasar dan Tata Ruang. “Mereka harus bersikap, termasuk Satpol PP harus dilibatkan,” katanya.

Sikap tegas itu diungkapkan Agus Masykur saat menerima puluhan mahasiswa dari BEM Universitas Subang (Unsub)  saat aksi di gedung DPRD, Jl. Dewi Sartika, Subang. Usai melakukan aksi unjukrasa dan mendapat penjelasan DPRD Subang, kemudian para mahasiswa itu kemudian membubarkan diri.[adang]

Sumber: jabarkita dot com

1 komentar:

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<