Kamis, 23 Februari 2012

Roda Pemerintahan di Subang Bakal Lumpuh Total

BAHAN KAJIAN DAN DISKUSI

Roda Pemerintahan di Subang Bakal Lumpuh Total
Kamis, 23/02/2012 - 18:43
EEP Hidayat bersama Wakil Bupati Subang yang juga Plt Bupati Ojang Sohandi, Ketua DPRD Atin Supriatin, para Camat, Kades dan Lurah di Rumah Dinas Bupati, Kamis (23/2). Mereka menyatakan kesepakatan mendukung Eep Hidayat dan mendesak agar dikukuhkan sebagai bupati Subang, sekaligus menyatakan tidak akan melaksanakan tugas hingga masa akhir jabatannya berakhir bila apa yang menjadi kesepakatan tidak dikabulkan.*(pikiran-rakyat.com)

SUBANG, (PRLM).- Roda Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Subang bakal lumpuh total bersamaan dengan adanya pernyataan bersama yang disampaikan Wakil Bupati Subang, Ketua DPRD Kab. Subang mewakili Fraksi PDIP, camat, dan kades/lurah di Rumah Dinas Bupati Subang, Kamis (23/2).

Hal itu terkait dengan keluarnya Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung (MA), Rabu (22/2) yang intinya membatalkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung dan menghukum Bupati Subang nonaktif Eep Hidayat lima tahun penjara.

Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan aparat pemerintah tersebut, mereka menyatakan sepakat tidak akan menjalankan tugas sampai akhir masa jabatan Eep Hidayat 19 Desember 2013, sekaligus mendesak Eep dikukuhkan kembali sebagai Bupati Subang.

Selain itu, rencananya Jumat (24/2) besok, para kades akan ramai-ramai menyerahkan berkas PBB ke KP3 PBB. Kemudian mengancam akan memblokir arus lalu lintas di dua ruas jalan, yaitu Cibogo dan pantura, dua hari sekali mulai Sabtu.

Hal itu terungkap seusai pertemuan di Rumah Dinas Bupati Subang dihadiri ratusan aparat pemerintah dari berbagai tingkatan. Eep menjelaskan pernyataan bersama tersebut disampaikan sesuai dengan perwakilannya masing masing. Kemudian hal itu bukan memperjuangkan pribadi, tetapi menyangkut keadilan.

"Saya menjadi bupati dipilih oleh rakyat. Saya mendapat dukungan pula dari semua pihak, di sini hadir wabup mewakili para kadis, perwakilan camat, Ketua DPRD mewakili Fraksi PDIP, kepala desa dan kelurahan tidak akan melakukan aktifitas. Mereka mengatakan tidak ada kepemimpinan lain di Subang kecuali Eep Hidayat," tegasnya.

Setelah itu, mereka yang hadir menyampaikan pernyataan sikap melalui perwakilannya secara bergantian.

Dari kepala desa, diwakili Ketua Apdesi Badru Jaman mengatakan semua kades sepakat tidak akan melakukan tugas sampai Mang Eep dikukuhkan dan aktif menjadi bupati lagi.

Apabila tidak dilaksanakan tidak akan melakukan aktifitas hingga akhir masa jabatannya 19 Desember 2013. "Bupati Subang tetap Eep Hidayat sampai 2013 nanti, kami siap mendukung dan menjadikannya sebagai bupati lagi," ujarnya.

Perwakilan lurah disampaikan Ika Koswara Lurah Sukamelang. Dia mengatakan pihaknya bersama lurah lain tidak akan melaksanakan tugas bila Eep Hidayat tidak dikukuhkan menjadi bupati.

"Kalau Mang Eep tidak dikukuhkan, Kami tidak akan melakukan aktifitas sampai masa jabatannya berakhir," ujarnya.

Perwakilan camat, Ade Mulyawadi Camat Cipeundeuy mengatakan Eep Hidayat menjadi bupati mendapat legitimasi dari masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya bersama 29 camat lainnya tidak ikhlas hasil pilihan rakyat dihentikan dengan kesewenang-wenangan. "Kami siap amankan Eep sampai akhir masa jabatannya, 2013 nanti," ujarnya

Sementara itu, Wakil Bupati Subang yang juga Plt. Bupati H. Ojang Sohandi mengatakan pernyataan dirinya dibuat tanpa tekanan dari pihak mana pun dan siapapun. Sebelum ditegakkan keadilan, dan putusan MA dicabut lagi, dirinya tidak akan melaksanakan tugas sehari-hari.

"Kalau itu tidak direalisasikan MA, saya tidak akan melaksanakan tugas sehari-hari sebagai wakil. Dengan penuh kesadaran diri, saya juga tidak siap dilantik menjadi bupati. Sepenuhnya saya akan serahkan ke presiden melalui Mendagri," katanya.

Demikian pula, Ketua DPRD Kab. Subang Atin Supriatin, menyatakan dirinya mendukung penuh dan tidak akan menjalankan tugasnya secara kelembagaan termasuk penandatanganan surat surat. "Saya tidak akan menjalankan tugas, sebelum Eep Hidayat dikukuhkan lagi. Apapun resikonya, saya siap," tegasnya.

Seusai menyampaikan pernyataan, Eep mengatakan pihaknya akan mengajukan pemberitahuan melakukan aksi unjuk rasa, termasuk menutup arus lalu lintas dua jalur, yaitu di ruas jalan Cibogo dan pantura dua hari sekali, sampai keadilan ditegakkan.

"Pelaksanaan akan dilaksanakan sesuai jadwal yang diatur. Selain itu para kades juga akan menyerahkan berkas Daftar Himpunan ketetapan Pajak PBB 2012 ke KP3 PBB," ujarnya.

Eep menegaskan dirinya merasa prihatin dengan keputusan MA, sekaligus mempertanyakan kualitas Hakim Agung yang dinilai tidak pantas menjadi Hakim Agung. Selain itu, prihatin masalah hukum dijadikan komoditas politik oleh penguasa, sehingga dirinya menjadi korban.

Eep juga tidak memungkiri bila hal itu ada kaitannya dengan rencana dirinya maju ke bursa pemilihan gubernur. Sebab dirinya mendapat dukungan dari barbagai kalangan.

"Hasil survey, kini saya mendapatkan dukungan dari kalangan pegawai, budayawan, buruh, dan kepala desa yang menguat. Saya akan menghadapi hal ini dengan melakukan aksi di luar hukum, mulai minggu ini akan dimulai," katanya.(A-116/A-89)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/178133?page=4

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<