Senin, 20 Februari 2012

"SURAT UNTUK ORANG TUA KU RAKYAT INDONESIA DAN TERIMALAH PANGGILAN SEJARAH MU WAHAI MAHASISWA DAN PEMUDA SERTA TNI-TENTARA RAKYAT"

=====================================================
"SURAT UNTUK ORANG TUA KU RAKYAT INDONESIA DAN TERIMALAH PANGGILAN SEJARAH MU WAHAI MAHASISWA DAN PEMUDA SERTA TNI-TENTARA RAKYAT"

Kesadaran Gerakan Kita Mahasiswa dan Pemuda sudah pada puncaknya serta Kesabaran Gerakan Kita Mahasiswa dan Pemuda sudah pada batas akhirnya....Sebab sudah tidak ada jalan lain, sehingga gerakan mahasiswa dan pemuda harus kembali turun kejalan dan selanjutnya menyerahkan kepada kekuatan Yang Maha Kuasa untuk menggerakan kekuatan kesadaran rakyat bersatu kembali membela dan melindunggi Gerakan Kita Mahasiswa dan Pemuda yang menghendaki Perubahan hakiki menuju Kedaulatan Kesejahtraan Rakyat seperti kehendak hati kecil rakyat mengharapkan kesejatiaan kemerdekaan Indonesia.



Karena siapa yang berani menyangkal diantara kita bahwa :



1. Alam demokrasi reformasi tidak mampu mengikis dan melemahkan budaya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang menjadi pondasi dasar hancurnya karakter bangsa sebagai bangsa yang berbudaya dan bersosial yang telah ditanamkan dalam nilai-nilai Pancasila.

2. Alam demokrasi telah menghancurkan tatanan nilai-nilai Jiwa Pembukaan UUD 1945 dengan melakukan Amandemen terhadap UUD 1945 sehingga kekisruhan hukum, politik dan ekonomi terjadi terkhusus terhadap Pasal 33. Sehingga bahkan berujung kepada hilangnya tata nilai Bhineka Tunggal Ika dan eksistensi Negara Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan alasan dan dilandasi kesenjangan ekonomi yang kita tahu benar bahwa dampak akibat atonomi daerah lebih kepada tumbuhnya raja-raja kecil dan terciptanya wilayah-wilayah tergadaikan dalam investasi dan penanaman modal dengan dasar pembangunan. Ini adalah hasi Perang Strategy dimana Indonesia berada dalam objek Perang Modern yang sama sekali tidak diantisipasi oleh tokoh-tokoh atau Pemimpin hari ini yang menjunjung tinggi alam Demokrasi Reformasi.

Catatan kita



Tidak akan pernah lupa dengan apa yang terjadi hari ini dengan Aceh atas nama demokrasi…. !!!, baru-baru ini dengan Irian Jaya atas kekayaan alam nya….!!! Dan menanti beberapa daerah kambali yang bergejolak akibat pengelolahan potensi sumber daya alam local….. sehingga menjadi pertanyaan besar kita “ Desintegrasi atau kemerdekaan di dalam keterjajahan”



3. Alam demokrasi reformasi telah menutup matanya terhadap laju gerak situasi jurang perbedaan antara yang kaya dan yang miskin bertambah besar dalam Republik tercinta ini yang sangat diperankan oleh gerak Negara-negara kapitalis, neo kolonialis, dan imperialis gaya baru telah melancarkan perang liberalisme dan perdagangan bebas terhadap kita serta Negara-negara berkembang lainnya. Kita telah dicengkram oleh IMF, WTO, ILO, Bank Dunia, embargo senjata, dan sebagainya. Bahkan kita semua telah ditipu mentah-mentah oleh mesin quick count dilain itu alam demokrasi reformasi juga membiarkan tanpa benteng pertahanan penguasa kita dikuasai oleh cukong-cukong Cina, operasi suap cina, serta dijadikan mesin uang RRC-Singapore-Hongkong-Taiwan. Keadaan inilah yang semakin mejerumuskan katidak mampuan pertahanan ekonomi nasional menjalankan peran dan fungsinya yang teramanatkan dalam nilai-nilai Pancasila serta cita-cita Negara Indonesia merdeka yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Menjadi jelas dan tegas bahwa Indonesia berada dalam pusaran Perang Strategy antara Blok RRC vs Blok AS sehinnga Indonesia berada dalam cengkraman Perang Modern.

4. Alam demokrasi reformasi tidak mampu membendung seluruh gerak operasi intelejen asing yang telah berhasil menjadikan Indonesia sebagai Negara yang penuh konflik, gerakan separatis dan tergedy-tragedy kemanusian yang berbau sara. Sehingga situsi ini membuat peran Keamanan dan Pertahanan yang di emban oleh TNI/POLRI tidak mampu berkutik menghadapi ini karena tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas.

5. Total Jendral alam demokrasi reformasi telah memporak porandakan empat pilar eksistensi Negara Indonesia sebagai Negara merdeka yaitu hancurnya nilai-nilai Pancasila, Pembukaan UUD 1945 serta batang tubuhnya UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan eksistensi kesatuan Negara kita dalam bingkai NKRI.



Maka kembali Gerakan Kita menegaskan



Kesadaran Mahasiswa dan Pemuda sudah pada puncaknya serta Kesabaran Mahasiswa dan Pemuda sudah pada batas akhirnya untuk mengembalikan Indonesia kepada relnya yaitu :

1. Menjunjung tinggi eksistensi Kemerdekaan Indonesia yang telah di Proklamirkan Kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

2. Menegakkan Jiwa Pembukaan UUD 1945 sebagai filosofi dasar Negara-Bangsa yang berkedaulatan rakyat dalam bingkai NKRI.

3. Menjalankan sepenuhnya nilai-nilai Pancasila bukan hanya sebatas idiologi Negara tetapi juga sebagai falsafah bangsa

4. Atas Kemerdekaannya Indonesia harus berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.

Empat pilar inilah yang akan membawa Negara Indonesia sebagai Negara yang besar, aman dan makmur.

Oleh karena itu, kehendak perubahanlah maka :



PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO HARUS DIHENTIKAN dan PEMERINTAHAN TRANSISI dalam KOMITE NASIONAL INDONESIA HARUS SEGERA DIBENTUK DENGAN PENGAWALAN MAHASISWA PEMUDA SELAKU PEMIMPIN STRATEGIS BANGSA BERSAMA TNI-TENTARA RAKYAT KEKUATAN STRATEGIS BANGSA YANG DIDUKUNG OLEH KEKUATAN RAKYAT ATAS RIDHO YANG MAHA KUASA untuk membawa kembali Indonesia di dalam relnya:



Pemerintahan Transisi dalam bentuk Komite Nasional Indonesia bertanggungjawab terhadap :



1. Mengembalikan Undang-Undang Dasar 1945 yang asli dan batalkan perubahan terhadap Pasal-Pasal UUD 1945 yang telah terjadi.

2. Batalkan semua “Undang-Undang penjajahan” yang telah ditelurkan oleh DPR susun Undang-Undang pro bangsa dan negara.

Untuk itu :

a) Kumpulkan 100 atau 200 orang serjana Hukum dari berbagai jurusan dengan komposisi

Ø 30% Profesor-Doktor Hukum;

Ø 30% berpredikat S3 dan S2 dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta;

Ø 30% dari praktisi hukum lainnya yang swasta diluar Pemerintahan;

Ø 10% Mahasiswa Pemuda aktifis yang disaring secara ketat

b) Kumpulkan 100 orang Profesor-Doktor bidang Ekonomi, Perbankan, Pertambangan, Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan, Kelautan, Pertanahan, dsb. Kelompok Kerja ini bertitik berat pada “PENYELAMATAN” Sumber Daya Alam dari penjajahan dan penjarahan bangsa asing, kelompok a dan b bersinergi dan counter mengcounter setiap hari sampai semua Undang-Undang Penjajahan itu bersih dari muka bumi Republik Indonesia.

c) Di luar kelompok a dan b tersebut diatas, seluruh komponen masyarakat dan rakyat di seluruh daerah harus membentuk “presurre group” untuk mendesak, mengontrol, menekan, meng-inteli, mengamankan, dsb. Sampai Undang-Undang Penjajahan itu lenyap dari muka bumi Republik Indonesia.

3. Tangkap dan Adili seluruh Koruptor sebagai bentuk komitmen Pemerintahan Transisi terhadap kehendak Kedaulatan Rakyat.

4. Membentuk suatu Badan atau Lembaga Tinggi langsug dibawah Presiden pasca Pemerintahan Transisi yang bekerja untuk menghadapi Perang Strategi secara setrategis untuk menghalau bahaya pusaran Perang Modern terhadap Indonesia. Dengan itu Badan atau Lembaga Tinggi ini bukan dibawah MENKO, Menteri, MABES TNI, BIN. Badan/Lembaga ini harus “ber-hak” mendapatkan bahan apapun dari :

a) Seluruh Badan/lembaga Eksekutif, Legislatif, Yudikatif diseluruh strata.

b) MABES TNI serta MABES-MABES Angkatan

c) BIN

d) Organisasi-organisasi apapun yang “hidup” di negeri ini.

5. Membentuk Badan Intelejen Ekonomi yang berdiri sendiri dan “ber-hak” memperoleh bahan-bahan/informasi dari Badan-Badan intel apapun yang sudah ada termasuk dari BIN, dan aparatur ekonomi, keuangan, perbankan serta organisasi-organisasi bergerak dibidang bisnis.



“SIKAP” TNI yang positif mutlak diperlukan dalam hal ini sebagai wujud panggilan sejarah selaku TNI-Tentara rakyat



KARENA GERAKAN INI DILAKUKAN SEPENUHNYA ATAS DASAR MEMBAWA KEMBALI INDONESIA DI DALAM RELNYA DENGAN KESEDARAN PENUH AKAN HAK DAN KONSTITUSI INDONESIA DENGAN BERPIJAKKAN



Menjunjung tinggi eksistensi Kemerdekaan Indonesia yang telah di Proklamirkan Kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.



Menegakkan Jiwa Pembukaan UUD 1945 sebagai filosofi dasar Negara-Bangsa yang berkedaulatan rakyat dalam bingkai NKRI.



Menjalankan sepenuhnya nilai-nilai Pancasila bukan hanya sebatas idiologi Negara tetapi juga sebagai falsafah bangsa



Atas Kemerdekaannya Indonesia harus berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.



TTD

MAHASISWA PEMUDA INDONESIA

(PUTRA-PUTRI MU)

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<