Kamis, 29 Maret 2012

Surat Terbuka HAMmurabi: "Meminta Presiden Mengembalikan TNI ke Baraknya"

Logo HAMmurabi (Himpunan Advokasi dan Studi Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia)
Surat Terbuka HAMmurabi: 
"Meminta Presiden Mengembalikan TNI ke Baraknya"

oleh Sondang "Pejuang Tanpa Batas" pada 29 Maret 2012 ·

Kepada,
Presiden Republik Indonesia
Bapak Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Di Jakarta

Dengan hormat,

Bapak Presiden yang Kami Hormati,
Beberapa hari terakhir ini, kita sama-sama mengetahui adanya peningkatan aksi demonstrasi dalam rangka merespon kebijakan pemerintah terkait rencana penaikan harga BBM April mendatang. Kami melihat aksi demonstrasi tersebut sebagai suatu hal yang wajar dalam iklim berdemokrasi, dan sebagai wujud dari peran serta masyarakat dalam pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Namun kami menjadi sangat gelisah ketika mengetahui adanya pengerahan TNI dalam pengamanan aksi-aksi demonstrasi tersebut. Kami melihat tidak adanya urgensi untuk melibatkan TNI dalam pengamanan aksi-aksi demostrasi, karna ketidak adaan ancaman serius terhadap keamanan nasional yang akan ditimbulkan oleh aksi-aksi demonstrasi tersebut. Bagi kami hal tersebut merupakan sesuatu yang berlebihan dan kontra-produktif, yang justru lebih mencerminkan ketakutan pemerintah dalam merespon aspirasi rakyatnya.

Kegelisahan kami semakin bertambah, mengingat banyaknya catatan-catatan hitam pelanggaran HAM yang dilakukan oleh TNI dalam mengamankan aksi-aksi demonstrasi dimasa lalu. Kami khawatir pelibatan TNI dalam pengamanan aksi-aksi demonstrasi tersebut justru akan memberikan dampak negatif bagi kelangsungan demokrasi dan penegakan HAM di Indonesia. Juga akan dapat menghambat proses reformasi menuju institusi TNI yang profesional.

Lebih penting lagi, pelibatan TNI dalam pengamanan aksi-aksi tersebut juga merupakan suatu hal yang inkonstitusional dan bertentangan dengan Undang-Undang yang memisahkan pembagian tugas antara TNI dan Polisi. Kami juga menilai hal tersebut tidaklah memenuhi aturan main pelibatan TNI dalam tugas-tugas militer selain perang, sebagaimana tertera dalam Undang-Undang tentang TNI itu sendiri.

Kami justru lebih melihat bahaya besar yang berpotensi menambah catatan-catatan hitam sejarah kita berbangsa dan bernegara dengan pelibatan TNI dalam pengamanan aksi-aksi demonstrasi. Hal ini mengingat bahwa TNI bukanlah institusi yang dipersiapkan untuk tugas-tugas pengamanan, melainkan dilatih untuk bertempur dimedan perang.

Menurut kami Kepolisian yang memang dipersiapkan sebagai satuan keamanan merupakan institusi yang lebih tepat dalam tugas-tugas pengamanan aksi-aksi demonstrasi, yang juga harus dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk dengan pendekatan persuasif.

Atas dasar tersebut kami meminta kepada Bapak Presiden untuk sesegera mungkin mengembalikan TNI ke baraknya, demi terwujudnya suatu institusi TNI yang professional dan juga menjamin keberlangsungan demokrasi dan penegakan HAM di Indonesia.

Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami terimakasih.

Hormat kami, 
Presidium HAMmurabi 
(Himpunan Advokasi dan Studi Marhaenis 
Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia)

---------------------------------------------------------
Himpunan Advokasi dan Studi Marhaenis Muda untuk Rakyat dan Bangsa Indonesia
Website: www.rumahsondang.org
Facebook:

Facebook Comments

0 komentator:

Posting Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<