Selasa, 03 April 2012

DEMOSTRAN MANDIRI - Buku Saku, diterbitkan oleh Gerakan Mahasiswa 77/78

DEMOSTRAN MANDIRI

 SIAP REVOLUSI

SIAP MENJADI DEMONSTRAN MANDIRI

Buku Saku, diterbitkan oleh Gerakan Mahasiswa 77/78

Dalam masyarakat madani atau masyarakat sipil (civil society) dinyatakan bahwa masyarakat terdiri dari warga-negara yang sadar akan haknya masing-masing. Hak tersebut antara lain adalah hak untuk menyatakan pendapat dan hak untuk berorganisasi.

Aksi atau demonstrasi (demo) adalah gerakan bersama untuk menyatakan pendapat. Kualitas aksi atau demo diukur oleh sejauh mana partisipannya sadar bahwa ia bergerak untuk memperjuangkan hak-haknya sendiri.

People Power

Sebagai gerakan bersama, demo merupakan sinergi dari kekuatan sosial setiap partisipannya. Sinergi tersebut menghasilkan kekuatan bersama yang berkali-kali lipat besarnya, sehingga disebut sebagai kekuatan rakyat ataupeople power.

Gabungan bersama kekuatan rakyat disebut sebagai modal sosial (social capital) yang sangat berguna untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di hadapan negara. Tanpa modal sosial yang digalang bersama, rakyat akan dilecehkan oleh setiap pemerintah dan negara.

Kekuatan rakyat yang diwujudkan dalam bentuk aksi massa dan demonstrasi, dari pengalaman sejarah telah berhasil menyelamatkan masyarakat dari kekuasaan sewenang-wenang para pejabat pemerintah dan negara. Pemerintah yang dzalim dan bathil banyak digulingkan oleh kekuatan rakyat atau people power, jika saluran demokrasi tersumbat.


Demo atas Biaya Sendiri

Membiayai Sendiri (Self Sufficient)

Tapi sayang dalam situasi penindasan yang parah, kekuatan rakyat sulit diorganisir. Masalahnya rakyat tidak lagi mampu memperjuangkan nasibnya dengan daya yang tersisa.

Agar rakyat tetap dapat memperjuangkan hak-haknya secara mandiri, maka rakyat harus bergotong-royong membiayai demo yang dilakukan bersama. Caranya adalah dengan membiayai sendiri pengeluaran atau biaya untuk ikut demo.

TUJUAN

Adapun tujuan dari gagasan demonstrasi mandiri ini antara lain sebagai berikut:
  1. Melakukan revolusi yang memungkinkan adanya partisipasi masyarakat seluas-luasnya sebagai subjek dari perubahan.
  2. Menghilangkan ketergantungan perubahan atau revolusi terhadap dana masif yang besar dalam penyelenggaraannya.
  3. Menghindari agar perubahan/revolusi tidak dikendalikan oleh kepentingan pemberi dana besar (sponsor/bandar demo), sehingga membelokkan tujuan hakiki dari revolusi.
  4. Membangun kesadaran dan tanggung-jawab setiap warga-negara akan hak-haknya dalam menentukan keberadaan dan kebijakan negara.
APA YANG HARUS DILAKUKAN ?

Dalam satu demo bersama yang partisipannya membiayai sendiri, perlu dilakukan beberapa hal:

Rapatkan barisan

  1. Mengetahui atau sedapat mungkin ikut dalam perumusan gagasan, penetapan tujuan, hasil yang diharapkan, dan perencanaan dari apa yang akan dilaksanakan. Dengan demikian kepentingan mereka bisa tertampung dalam kegiatan demonstrasi tersebut
  2. Ikut dalam pertemuan persiapan untuk memastikan tentang lokasi, bentuk, dan lamanya demonstrasi akan berlangsung.
  3. Setelah mengetahui bentuk demonstrasi yang akan dilakukan, selanjutnya menetapkan  kewajiban, tugas, atau kegiatan yang harus dilakukan oleh masing-masing demonstran.
  4. Jika organisasi demo dibagi dalam kelompok-kelompok, setiap partisipan harus memastikan ia masuk dalam kelompok mana. Sebaliknya masing-masing koordinator kelompok harus mengetahui persis siapakah anggota kelompok mereka.
  5. Dari informasi tentang lokasi, lamanya demonstrasi, tugas atau kewajiban masing-masing, dan kebutuhan prasarana untuk demonstrasi kemudian dapat diperkirakan anggaran yang harus dikeluarkan masing-masing peserta.
  6. Demonstrasi tersebut juga harus memperkirakan tentang peristiwa-peristiwa lain yang terjadi selama penyelenggaraan demo, misalnya kebijakan tiba-tiba atau situasional sehingga demo berlangsung lebih lama. Mungkin juga adanya penangkapan, penahanan, dan kekerasan yang menyebabkan sakit dan luka, serta terjadinya  perubahan cuaca (misalnya hujan).


PRASARANA YANG HARUS DISIAPKAN

Setelah hal di atas dilakukan, maka prasarana yang harus disiapkan bisa ditetapkan, seperti:

Jaga semangat

1. Tas besar atau ransel (backpacker) yang dilengkapi pelindung air atau air hujan, seperti kantong plastik atau lapisan plastik yang kedap air.

2. Untuk kebutuhan makan dan minum:
  • Tempat menyimpan makanan  dan asesorinya (sendok dan serbet)
  • Tempat menyimpan minuman
  • Tempat untuk menyimpan snack tambahan
  • Bahan makan berupa nasi/roti, lauk-pauk kering (tidak terlalu basah), dan saus-saus pelengkapnya. Jumlahnya bisa diperkirakan sesuai untuk berapa kali makan, tergantung lamanya dilaksanakan demo dan perkiraan adanya perpanjangan waktu. Dalam hal ini termasuk waktu penahanan (1 x 24 jam) jika ditahan polisi.
  • Bahan snack untuk menambah stamina dan mencegah sakit, karena kondisi yang luar biasa dan dalam tekanan. Bahan snack misalnya kue basah dengan isi, kue kering bergizi tinggi, snack mengandung susu atau madu, madu cair, dll.
  • Sedapat mungkin minuman air putih yang cukup untuk 1 hari (3-5 liter) dan minuman tambahan (bermineral, bervitamin, atau mengandung aditif lain yang sehat).
3. Kebutuhan pakaian dan mandi:
  • Pakaian dalam (celana dan kaos dalam) untuk 2 hari
  • Pakaian luar (baju atau T-shirt) dan celana panjang untuk ganti
  • Jaket atau baju hangat
  • Cadangan kaos kaki dan kaos tangan (jika terjadi keadaan darurat)
  • Sarung atau selimut tipis dan celana pendek
  • Sabun dan perlengkapan tubuh lain (deodorant)
  • Sikat gigi dan pasta gigi
 4. Perlengkapan kesehatan:
  • Multivitamin
  • Obat dalam untuk masuk angin, aspirin dan sejenisnya, serta obat sakit perut
  • Obat-obat luar seperti  obat luka, tensoplast, perban, dan salep luka bakar
  • Untuk yang menderita sakit khusus bisa membawa obat penurun darah tinggi, anti kejang dan pelancar nafas
 5. Perlengkapan komunikasi:
  • Telepon genggam
  • Cadangan pulsa
  • Charger atau cadangan baterai
  • Daftar nomor telepon yang dianggap penting saat darurat

6. Perlengkapan administrasi dan identitas:
  • KTP/Paspor
  • Kartu Tanda Mahasiswa
  • Agenda dan Alat Tulis
  • ATM
7. Uang untuk berbagai keperluan:
  • Transportasi
  • Untuk membeli bahan tambahan makan dan obat
  • Cadangan uang secukupnya untuk hal tidak terduga

turunkan rezim PEMBOHONG RAKYAT

LATIHAN-LATIHAN YANG HARUS DIIKUTI :

Selain prasarana yang dibutuhkan untuk mengikuti demo, seorang partisipan harus dalam keadaan sehat dan fit secara jasmani dan rohani. Kegiatan demo biasanya berupa kegiatan berjalan kaki dengan jarak jauh, baris-berbaris, dan lari untuk maju atau menghindari ancaman yang membutuhkan kondisi fisik dan kaki yang fit.

Selain itu peserta demo harus siap dalam posisi menggantung, mendorong, menarik, dan berpegangan erat yang membutuhkan kekuatan lengan tangan dan genggaman tangan yang prima. Tubuh partisipan harus cukup kuat menerima desakan, benturan, dan pukulan.

Latihan-latihan yang perlu dilakukan adalah:
  1. Olah raga  memperkuat tubuh, kaki, dan lengan
  2. Olah raga  memperkuat jantung dan pernapasan
  3. Olah raga bela diri (jika memungkinkan)
  4. Olah raga yang membuat tahan terhadap kondisi luar biasa dan tekanan  
  5. Latihan berbaris atau melakukan kegiatan fisik berkelompok.
  6. Latihan menghadapi interogasi (bagi beberapa orang trainer)
  7. Latihan khusus untuk mengorganisir demo (bagi  orang-orang tertentu)
Selain itu adalah beberapa latihan untuk meningkatkan pemahaman partisipan akan situasi politik, hak-hak politik, dan isu-isu aktual terkait hak-hak warganegara yang tertindas.

===============================
MENYELENGGARAKAN DEMO TANPA SPONSOR
Buku saku diterbitkan oleh Gerakan Mahasiswa 77/78

LATAR BELAKANG:


Pada era reformasi tahun 1997/1998 dilakukan banyak demonstrasi (demo) yang melibatkan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat. Tetapi hal tersebut terlaksana berkat adanya para sponsor yang menyumbangkan dana besar.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai transportasi (sewa bus, truk, pick-up, dll), sound system, perlengkapan demo (poster, spanduk, baliho, dll), dan logistik (makan, minum, dan obat). Karena depolitisasi di masa Suharto sangat hebat, maka untuk merangsang partisipasi dalam demo, terpaksa peserta demo diberi uang saku.

Untuk merangsang kordinator simpul (massa) bergerak, persiapan biasanya dilakukan di cafe atau hotel berbintang. Kebiasaan ini harus diredam, sehingga penyelenggaraan demo tidak lagi perlu memobilisasi pembiayaan yang sangat besar.

Dengan metode lama, pembiayaan demo memang menjadi sangat besar. Kalau 1 orang peserta diberi 50 ribu – 100 ribu, maka untuk memobilisasi 1.000 peserta demo dibutuhkan biaya tidak kurang dari 100 juta.

Metode demo berbiaya besar yang sudah menjadi tradisi dan menciptakan hambatan dalam menyelenggarakan demo harus segera diubah. Sebaliknya juga metode membobol toko dan supermarket agar masyarakat tertarik terlibat demo sebaiknya tidak digunakan karena sangat kontraproduktif.

MENGGUNAKAN MODEL DEMO MANDIRI:

Para aktivis harus banting stir dengan metode penyelenggaraan demo mandiri dan demonstran mandiri (lihat buku saku, SIAP REVOLUSI, SIAP MENJADI DEMONSTRAN MANDIRI). Dengan demikian masyarakat akan mandiri dalam menyuarakan hak-haknya dan tidak lagi sekedar menjadi alat untuk menyuarakan kepentingan orang lain.

Demo mandiri adalah demo murah, karena biayanya bisa ditanggung bersama dari kontribusi organisasi (organ) dan peserta yang ikut dalam demo. Sebaiknya sebelumnya dihimpun dahulu sumbangan-sumbangan in natura dalam bentuk bahan dan alat; jika masih kurang baru setelah itu dikumpulkan sumbangan dalam bentuk uang.


Hal di atas sebenarnya untuk menghindari monetisasi gerakan politik, yakni gerakan politik dijadikan uang atau diperdagangkan. Atau mencegah agar hak rakyat bersuara tidak ditukar dengan uang receh untuk menyuarakan kepentingan para sponsor.

Prinsip-prinsip dari model demo mandiri adalah:
  1. Menyuarakan tuntutan yang menjadi kebutuhan rakyat sebenarnya untuk perubahan besar (revolusi) dan bukan kepentingan elit atau kelompok kecil.
  2. Hanya menerima sumbangan dari para pihak yang setuju dengan isu yang diusung oleh demo, yakni baik dari peserta, organ yang ikut, maupun pihak luar yang bersimpati.
  3. Tidak ada transaksi atau kompensasi dalam bentuk apapun dengan pihak mana pun jika tuntutannya berhasil kecuali tercapainya target yang telah disepakati.
  4. Menggunakan metode demonstran mandiri, yakni demonstran yang membiayai sendiri pengeluarannya selama mengikuti demonstrasi.

TUJUAN:
  1. Agar rakyat sebagai pemegang mandat berdiri di atas kepentingannya sendiri dalam berhadapan dengan pemerintah atau negara sebagai pelaksana mandat, sehingga kontrol sosial bisa jelas dan tegas penegakannya.
  2. Menghindari demonstrasi sebagai manifestasi dari people power dalam menuntut perubahan besar tidak terbeli dan direduksi hanya untuk membela kepentingan mikro sekelompok elit.
  3. Mencegah demoralisasi gerakan politik dan usaha warga negara memperjuangkan hak-haknya, karena adanya monetisasi atau usaha untuk memberi nilai uang terhadap gerakan politik dan gerakan sosial.
  4. Membuat masyarakat dapat segera menyatakan hak-haknya apabila terjadi penindasan karena adanya cara-cara yang memungkinkan, yang efektif, dan berbiaya murah.
  5. Meningkatkan masyarakat agar sadar dan terus memupuk kesetiakawanannya sebagai modal sosial yang menjadi miliknya yang sejati dan sumber kekuatan politik mereka yang nyata.


APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Sudah banyak orang menyelenggarakan demonstrasi, tetapi hampir sering apa yang menjadi target dan tujuan-tujuannya tercapai kurang maksimal atau bahkan gagal. Karena itu dalam melaksanakan demonstrasi perlu persiapan matang sehingga target dan tujuannya tercapai sesuai yang telah direncanakan.

Beberapa langkah yang perlu dilaksanakan agar demonstrasi mandiri mencapai keberhasilan. Di antara langkah itu adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan uji materi terhadap tujuan demonstrasi apakah benar-benar mewakili tuntutan dan berguna untuk mayoritas rakyat. Juga perlu diuji target dari demonstrasi, apakah tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.
  2. Mempersiapkan organisasi yang baik dan rapi yang sangat penting untuk menampilkan kegiatan politik yang menarik bagi media massa, mendidik publik untuk selalu membuat gerakan yang sistematis-terorganisir, agar tekanan terhadap pihak lawan lebih terfokus, dan semua tahu bahwa kepentingan rakyat berada di belakangnya.
  3. Membentuk organisasi dan tim yang bertanggung-jawab terhadap pelaksanaan demonstrasi.
  4. Mengadakan serangkaian pertemuan persiapan untuk merinci apa yang harus dilakukan oleh para penggerak, membangun keyakinan para penggerak untuk melaksanakan gerakan lebih terorganisir, dan merekrut penggerak-penggerak lain di tingkat masyarakat (grass-roots).

TEKNIS PELAKSANAAN

Dalam merancang demonstrasi agar mencapai keberhasilan, beberapa hal teknis perlu mendapat perhatian yang cermat, di antaranya adalah sebagai berikut ini:
  1. Menentukan hari, lokasi, dan jam yang tepat sehingga banyak masyarakat bisa berpartisipasi dalam demonstrasi; serta pada hari, jam, dan lokasi yang direncanakan tidak ada acara lain yang diselenggarakan secara bersamaan.
  2. Menyusun kepengurusan kepanitiaan sesuai dengan tuntutan yang muncul dan suatu perincian tugas dari setiap penggerak yang mengorganisir demonstrasi.
  3. Membuat bahan publikasi yang dibutuhkan untuk demonstrasi, misalnya ikat kepala/lengan, kaos oblong, atau menentukan warna kostum yang akan dipakai oleh setiap demonstran, bendera, poster, spanduk/baliho, dan selebaran atau brosur. Selain itu perlu didiskusikan tentang tema, istilah-istilah, kata-kata, dan kalimat-kalimat yang akan dicantumkan pada sarana publikasi.
  4. Mempersiapkan alat yang diperlukan untuk demonstrasi, misalnya lokasi, podium atau mimbar,sound-system (pengeras suara), dan alat peraga (ban, patung-patung, manusia/hewan yang mampu pempersonifikasikan isu yang diusung).
  5. Membuat susunan acara, tema, dan menentukan bentuk acara yang akan ditampilkan dalam orasi, pagelaran musik, drama/parodi, pembacaan puisi, dan atraksi lainnya. Untuk itu harus direncanakan dan diatur tentang pembicara yang akan berorasi, pemusik (band) yang akan tampil, kelompok teater yang akan bermain, dan penyair yang akan membacakan puisi.
  6. Menghubungi jaringan media massa yang diharapkan akan meliput demonstrasi minimal satu minggu sebelumnya. Selain itu perlu dilakukan pendekatan lebih dekat kepada jurnalis (wartawan) dan menyelenggarakan konferensi pers untuk mengenalkan misi dan tujuan demonstrasi.
  7. Mengurus perijinan dan memenuhi syarat-syarat hukum untuk menyelenggarakan suatu demonstrasi.

CARA MENGERAHKAN MASSA DEMONSTRASI

Demonstrasi yang sukses ditandai oleh banyaknya peserta (demonstran) yang terlibat dalam aksi Hal ini untuk membuktikan bahwa tuntutan yang dikemukakan adalah sah dan benar-benar merupakan aspirasi mayoritas rakyat. Kecuali itu, demonstrasi harus dapat membuktikan bahwa modal sosial masyarakat cukup besar dan mantap untuk mendesakkan satu tuntutan.

Agar demonstrasi sukses, maka beberapa langkah yang dapat dilaksanakan di antaranya sebagai berikut:
  1. Menggunakan jaringan internet sebagai sarana untuk mengenalkan secara berulang tentang latar-belakang, tujuan, tema, lokasi dan waktu penyelenggaraan; sehingga rencana tersebut tersebar dan diketahui oleh masyarakat luas. Selain itu penting disampaikan secara jelas dan tegas bahwa aksi yang akan dilakukan adalah demonstrasi mandiri, yaitu aksi berdasarkan kemampuan dan kesanggupan membiaya demonstrasi sendiri.
  2. Menyusun daftar email permanen sebagai ”gudang massa” dan membuat grup (kelompok) sehingga memudahkan dalam mengontak dan memberi penjelasan (pengenalan) setiap kali akan menyelenggarakan demonstrasi. Orang-orang yang tercantum dalam mailing list diharapkan bersedia dan mau menyebarkan emailnya kepada orang-orang lain atau menyerahkan alamat email dari teman, saudara, dan anggota keluarganya yang bisa diikut-sertakan. Juga harus ada grup daftar alamat para tokoh, grup musik, dan para pembicara yang kapan pun bisa dilibatkan.
  3. Mengedarkan brosur-brosur tentang rencana demonstrasi kepada komunitas-komunitas yang direncanakan akan diikut-sertakan (pusat-pusat kegiatan publik, sekolah, perkantoran, tempat-tempat ibadah, dan seterusnya).
  4. Sealain membuat ajakan dan seruan, atau undangan terbuka, untuk menjamin kehadiran para demonstran perlu ada konsolidasi melalui simpul massa yang nanti akan bertindak sebagai relawan yang mengorganisir demonstrasi. Dalam proses konsolidasi massa ini senantiasa penting ditekankan bahwa kegiatan yang dilakukan adalah demonstrasi mandiri.

MEMELIHARA HUBUNGAN DENGAN DEMONSTRAN

Gerakan politik demonstrasi sering tidak hanya dilakukan cukup sekali, tetapi beberapa kali sampai tuntutan dipenuhi. Oleh karena itu hubungan antara fasilitator atau relawan yang membantu terselenggaranya demontrasi dengan para demonstran harus terus dijalin dan dirawat. Untuk itu ada beberapa tip, di antaranya sebagai berikut:
  1. Fasilitator dan para relawan memperkenalkan diri di hadapan para peserta demonstrasi.
  2. Menghormati peserta demonstrasi dengan menjunjung tinggi etika hubungan sosial.
  3. Selalu berpikiran positif dan terbuka terhadap gagasan dan usulan dari peserta demonstrasi.
  4. Menampung umpan-balik untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan demonstrasi.
  5. Memberi keterangan yang jelas dan tegas tentang maksud dan tujuan dari demonstrasi dan bahwa isu yang diusung membutuhkan dukungan bersama untuk memecahkannya.
  6. Usahakan menjalin komunikasi yang rutin dengan membangun jejaring di internet.

CARA MEMILIH WAKTU YANG TEPAT


Demonstrasi akan sukses dalam mencapai tujuannya jika penyelenggaraannya dilakukan dengan persiapan yang matang, di antaranya adalah dengan memilih waktu dan lokasi yang tepat. Namun secara rinci penyelenggaraan demonstrasi perlu memperhatikan hal berikut ini:
  1. Menentukan pelaksanaan demonstrasi pada tanggal/hari yang memiliki nilai dan arti simbolik, misalnya hari bersejarah dan hari peringatan atas isu-isu tertentu.
  2. Jangan memilih hari dan jam yang pada saat yang sama orang memiliki acara rutin yang tidak bisa diganggu (saat beribadah, melakukan rekreasi untuk keluarga, dan waktu wajib istirahat).
  3. Hari dan jam yang dipilih harus memungkinkan media massa cukup waktu untuk mempublikasikan kegiatan demonstrasi pada keesokan harinya.
  4. Tempat demonstrasi yang dipilih harus memiliki nilai dan arti simbolik, sehingga akan memberi bobot nilai sosial dan politik dari demontrasi yang dilakukan; misalnya di depan istana, pada lokasi monumen nasional atau tugu peringatan yang dikeramatkan, dan lokasi-lokasi yang menandai peristiwa bersejarah pada waktu tertentu.
  5. Tempat demonstrasi harus strategis, yakni lokasi yang mudah menarik perhatian publik, yang biasanya tempat itu merupakan pertemuan/persimpangan jalan atau lokasi yang memiliki intensitas dan mobilitas masyarakat yang tinggi.
CARA MEMBUAT POSTER DEMONSTRASI

Kesuksesan demonstrasi juga dapat dicapai jika syarat-syarat yang melengkapinya dapat disiapkan dengan baik dan cermat. Kelengkapan itu di antaranya adalah poster dan sejenisnya, yang teknis pembuatannya tertera di bawah ini:

1.      Pesan yang ditulis pada poster penting dibuat secara:
a.      Tepat
b.      Sederhana
c.       Ringkas, karena pesan dengan tulisan yang panjang sulit dibaca dari jauh.
d.      Bisa menggunakan akronim untuk menyingkat kalimat panjang.

2.      Bahan yang digunakan untuk poster sebaiknya:

a.      Relatif tidak berat
b.      Mudah dibawa secara fleksibel
c.       Ada konstruksi untuk membentangkannya,  tahan angin, dan air
d.      Kuat tidak mudah koyak/sobek

3.      Huruf dan warna tulisan sebaiknya menggunakan:
a.      Huruf BLOK yang mudah ditangkap mata serta mudah terbaca
b.      Tulisan dan huruf yang digunakan harus mencolok dan mudah terlihat dengan jelas (menggunakan warna hitam atau warna gelap).


PENTINGNYA PIDATO ATAU ORASI
  1. Mencari pembicara yang memiliki suara kuat, lantang, dan mampu berkomunikasi dengan baik dan menarik, sehingga tuntutan demonstran teraktualisasikan.
  2. Mengemukakan cerita atau perspektif yang dapat menambah wawasan para demonstran.
  3. Pidato atau orasi dan atraksi pendukung harus ditujukan untuk merangsang segenap peserta dan penonton, sehingga mereka terus berkumpul, betah, dan tidak pergi.


SUMBERDAYA DEMONSTRASI MANDIRI

Karena demonstrasi di sini didasarkan pada prinsip mandiri dengan sumberdaya berasal dari masing-masing pelaku, baik itu penggagas, penggerak, peserta demonstrasi, atau sekadar simpatisan; maka sumberdaya yang digunakan harus cukup rendah dan murah. Demonstrasi mandiri tidak mengenal sponsor yang memberikan dana sangat besar, apalagi kalau tujuannya hanya ingin menunggangi demonstrasi untuk kepentingan yang sempit. Oleh karena itu kontribusi dan sumbangan sumberdaya untuk dana lebih mengutamakan bentuk in-natura.

Cara mengelola sumberdaya untuk demonstrasi mandiri adalah sebagai berikut:

1.      Rapat Persiapan

Sebaiknya rapat persiapan diselenggarakan di tempat yang tidak ekslusif, sehingga mengeluarkan dana yang besar, misalnya ruang rapat kantor, di halaman bangunan, atau di ruang terbuka. Untuk alat tulis dan konsumsi ditanggung bersama, bawa sendiri-sendiri, atau menyiapkan sendiri-sendiri kebutuhan dan perlengkapannya.


2.      Pengerahan Massa melalui Internet, Bahan Publikasi, dan Konsolidasi Simpul

a.      Internet
Pemanfaatan internet dapat menggunakan PC atau Laptop yang dimiliki oleh penggagas, penggerak, atau peserta.

b.      Bahan Publikasi dan Alat Peraga
Harus diumumkan secara terbuka melalui internet siapa saja yang bersedia memberi kontribusi untuk pengadaan brosur, poster, atau slebaran (flyer) yang digunakan untuk pengumuman tentang rencana aksi. Sumbangan ini sebaiknya tidak dibebankan oleh satu orang.

c.       Konsolidasi Simpul Massa
Sebaiknya semua biaya ditanggung oleh simpul massa yang bersangkutan atau diberi sumbangan oleh fasilitator lain jika tidak mampu. Biaya pertemuan sebaiknya ditanggung oleh peserta demonstrasi sendiri.

3.      Pelaksanaan Demonstrasi

  • Pengeras suara (Sound system) dan Panggung: Dibiayai dari dana gotong-royong baik dari penggagas, peserta, maupun simpatisan.
  • Bahan Publikasi: Poter, spanduk/baliho, dan bendera, itu semua sebaiknya ditanggung oleh masing-masing aktor/demonstran atau dari dana gotong-royong.
  • Pengisi Acara: Setiap pihak yang akan mengisi acara diharapkan memberi sumbangan/kontribusi cuma-cuma atau mereka mencari pembiayaan sendiri.
  • Pengeluaran Konsumsi dan Transportasi: Konsumsi dan transportasi ditanggung oleh masing-masing demonstran yang membawa bekal masing-masing dan datang menggunakan kendaraan masing-masing atau transportasi umum. 


==============================
SEDIKIT TIPS UNTUK MELAKUKAN REVOLUSI

Demonstrasi adalah alat untuk menekan penguasa mundur. Demo adalah akumulasi modal sosial yang asli milik rakyat. Kesetiakawanan massal dalam berhimpun dan sepakat bergerak dengan satu isu merupakan potensi dari modal sosial itu. Hanya bersatu dan persatuan rakyat yang solid yang bisa menumbangkan rezim totaliter dan otoriter.

Untuk menyatukan rakyat dan menyepakati isu yang harus diusung oleh kekuatan rakyat dibutuhkan fasilitator atau pengorganisasi sosial (community organizer). Ini biasanya tugas pemuda dan mahasiswa atau simpul massa yang ada di masyarakat. Simpul massa adalah tokoh2 komunitas tertentu, misalnya kaki lima, buruh, kelompok tani, kelompok pengajian, dll.

Selain massa yang dikonsolidasi, juga elit perlu dikonsolidasi. Elit adalah kelas-menengah, yakni kaum intelektual, kaum profesaional, dan kelas managerial. Ini kelompok yang berpengetahuan cukup dan tidak menyatu. Kelas menengah adalah kelas yang paling takut disaingi kelas di bawahnya. Karena itu mereka licik antar sesama kelas, dan 'tricky' dalam mengakali kelas di bawahnya.

Mereka cerdas tetapi pemalas (dengan alasan bekerja efisien), karena itu yang dikorbankan adalah moralnya. Lebih baik meninggalkan moral daripada kepentingannya dan kebutuhannya tidak terpenuhi. Walaupun menuduh yang lain berbohong, mereka mungkin juga melakukan kebohongan yang sama.Jadi harus hati-hati terhadap kelas menengah seperti ini. Mereka sebagian golongan oportunis habis.

Pada waktu awal-awal perjuangan mereka semaksimal mungkin menjilat pantat penguasa. Tetapi pada waktu presiden mundur/jatuh dan perjuangan berhasil, merekalah yang pertama kali melakukan konferensi pers besar-besaran untuk mengutuk penguasa (ingat Kelompok Ciganjur).Karena kelihaiannya, mudahnya mendapat akses dana, dan mudahnya mereka beragregasi berdasar kepentingan yang sama; mereka akan cepat mengisi jabatan pada pemerintahan yang baru.

Itulah yang harus dicermati. Meyakinkan elit-elit itu bahwa perjuangan akan berhasil adalah penting. Hal ini bisa memberi informasi, sehingga kebiasaan menjilat penguasa dan oportunis mereka tidak perlu diwujudkan.Mereka pun diharapkan berada dalam satu arus dengan gerakan untuk melakukan perubahan besar dan membantu perjuangan. Tunjukkan bahwa ini lebih efisien dan prospektif daripada mereka menjadi pembegal perubahan.

Last but not least, konsep, organisasi, kepemimpinan dalam perjuangan sangat perlu. Kebodohan perjuangan tidak boleh berulang dua kali. Hal ini mengingat bahwa setelah perjuangan berlangsung, organisasi revolusi tidak memiliki daya kendali terhadap seluruh aktivitas di lapangan. Saat-saat inilah biasanya hadir para penyerobot dan infiltran untuk mengerem, membelokkan, dan menggagalkaqn tujuan perjuangan. Oleh karena itu kepemimpinan perjuangan harus tetap kuat dan perlu mengorganisir diri dengan mengatur hal-hal sampai tingkat teknis.

Selamat berjuang, Tuhan beserta kita


(Dicopy paste dari wall Mas SUKMADJI INDRO TJAHYONO)

Facebook Comments

0 komentator:

Posting Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<