Minggu, 27 Mei 2012

“Kisah Cerita Seorang Anak bernama ADIL”

Kisah Cerita Seorang Anak bernama ADIL
Oleh: Ahmad Muhibullah


Seorang ibu yang bernama Suritem yang tinggal di sebuah Desa kecil tepatnya di sebuah Perkampungan yang jauh dengan kota . 
Ibu Suritem yang bekerja setiap harinya  sebagai Pedagang Warung kecil, yang mempunyai dua anak bersaudara, yang pertama Perempuan Namanya Jamilah yang usia nya baru 15 Tahun yang duduk di kelas 2 SMPN  , kemudian anak yang kedua laki-laki Namanya Akrom, usianya  12 Tahun. Yang masih duduk di kelas 5 SD Suka Bangkit”.
Pada suatu hari, tepatnya di Desa tersebut ada kunjungan Presiden yang datang akan menemui Para Petani di Desa , untuk melakukan sebuah Sosialisasi Program baru tentang penanaman Padi yang baik dan hasilnya bagus. Pada saat itu di hari minggu pagi Pukul 10.00 wib datang lah seorang Presiden dengan mengunakan Mobil dan di kawal dengan mobil iring-iringan pasukan pengamanan Presiden, kedatangan Presiden ini di jaga dengan ketat dan di bantu dengan aprat kePolisian untuk kelancaran jalanya kedatangan Presiden.
Di saat mobil Presiden datang dengan pengawalanya, tiba-tiba ada seseorang anak kecil yang menggunakan Sepeda di jalur jalan yang akan di lewati oleh Presiden, pada saat itu tiba-tiba anak tersebut terserempet mobil keamanan Presiden dari belakang yang akhirnya anak tersebut terjatuh dan tergeletak di pinggir jalan, sayangnya  mobil keamanan Presiden hanya terus berjalan tanpa berhenti untuk menolongnya,  pada saat kejadian tersebebut, dengan secara tidak sengaja ada seorang warga setempat yang melihat kejadian  dan langsung menolongnya, Namanya pak Muhibullah yang sehari-harinya hanya jualan tempe.  dengan tidak sadarkan diri  dan dengan penuh bercucuran darah, anak itu pun langsung di bawa ke Puskesmas terdekat yang tempatnya kurang lebih 1 Km tidak jauh dari tempat kejadian, dengan menggunakan kendaran Sepeda Motor yang dibawanya,
Matahari mulai meninggi, panaspun mulai terasa, tepatnya pukul 12,30 wib. sampailah anak itu di tujuan, dengan masih tidak sadarkan diri, anak tersebut gegas diperiksa dengan peralatan alakadarnya dan  di tangani langsung oleh bidan yang ada di puskesmas, lamanya diperika Bapa Muhib pasrah,  hanya bisa berdo’a dan  hanya bisa berharap agar anak itu selamat, takdir pun berkata lain  ternyata bidan tidak sangup untuk  menanganinya karena anak tersebut kepalanya terkena benturan batu  aspal yang begitu keras, yang bisa menggangu sarap si anak, Perlu ada penanganan medis dan harus di bawa ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Pak Muhib pun secara cepat meminta dari pihak Puskesmas tersebut untuk menyediakan mobil ambulan, untuk membawanya  ke Rumah Sakit.
 Setelah di ketahui ternyata anak tersebut bernama Akrom anaknya Ibu Suritem,  pihak Rumah Sakit  pun langsung menghubungi keluarganya bahwa “anak Ibu telah di Rawat di Rumah Sakit karena kecalakan terserempet mobil pengamanan Presiden”, ibu suritempun terkejut mendengarnya,  tidak lama kemudian, Ibu Suritem sekeluarga datang mengunjungi dengan raut wajah teramat sedih dan penuh dengan air mata yang menetes di pipinya tanpa henti, di tambah dengan seluruh tubuh yang terasa sangat  lemas karna tidak kuasa menahan kesedihan,  rasa sayang yang amat begitu besar kepada si anak.
 Beberapa jam kemudian, datanglah  seorang Pengaman Presiden tersebut yang menabrak anak tadi.
“karena ini kesalahan saya,  jadi saya akan menganti biaya perawatan anak Ibu selama masih di rumah sakit..!!
“ujar pengamanan presiden tadi”
 Setelah anak itu di rawat selama 2 hari, ternyata nyawa anak tersebut tidak tertolong lagi, di karenakan kepala anak tersebut membengkak dan banyak darah yang keluar.
“Sedih” itulah yang hanya bisa dirasakan oleh ibu suritem dan keluarganya, 
Tak terima dengan kejadian tersebut, Ibu suritem dengan berani, kemudian  mengadukan kejadian yang di alami keluarganya  kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk meminta bantuan Hukum, dengan besar harapan  agar orang yang menabrak anaknya di Hukum dengan seadil-adilnya, Pihak LBH tersebutpun dengan senang hati membantu ibu suritem yang sedang lagi kesusahan , dan di suruhnya untuk menceritakan kejadiannya secara jelas. Dikirimlah surat kepada Pengadilan Hukum untuk menangkap dan mengadili sesorang yang menabrak anak Ibu Suritem.
 Hari demi hari sudah di lalui, Ibu suritem berharap banyak agar kasus ini cepat di proses. Namun  Pengadilan Hukum tersebut tidak meresponya atas kasus Hukumnya.
 Ibu Suritem tidak bisa diam, dengan rasa kesal, amarah yang memuncak terus mendatangi pihak LBH untuk mempertanyakan kasus Anak-nya yang tertabrak. 
“ tolong lah Pak anak saya, kami mungkin dari keluarga tidak mampu,” ?? ujar bu suritem.. 
“Sabar ya bu,,!!
 kasus anak ibu sedang kami proses,” Ujar staf LBH,
Dan selalu seperi itu setiap kali ibu suritem mendatangi pihak LBH. 
Hari demi hari, tahun demi tahun ternyata kasus-nya tidak pernah di tanggapi dan tidak pernah di tanggani oleh Pengadilan Hukum. Dengan kesal dan ada panggilan jiwa, ibu suritem terus berjuang untuk mencari ke-adilan Hukum untuk anaknya.
Mulai sejak saat itu ibu suritem kemudian berpikir, “banyak cara untuk mencari keadilan di negeri ini, tidak hanya terus-menerus memohon bantuan hukum yang tidak jelas kelanjutannya”. Tidak ada jalan lain, Ibu Suritem dan Suaminya sering melakukan Aksi-aksi dan Demonstrasi untuk mencari ke-Adilan untuk anaknya.
Setelah beberapa tahun kemudian Ibu Suritem melahirkan seorang anak. Lalu Ibu Suritem memberi nama anak-nya bernama ADIL. 
 Loh kenapa anak kita di beri nama Adil, apakah tidak ada nama lain yang lebih bagus dari nama itu bu... ???. ujar suaminya..
lalu si Ibu menjawab:
 “Begini pak, !!!
karena masih susahnya mencari ke-Adilan di Negeri ini,
 jadi anak kita di beri nama ADIL, !!!
Mudah-mudahan dengan di beri nama ADIL,
anak kita yang terdahulu tewas terserempet mobil keamanan Presiden masih bisa dapat ke-Adilan”. !!!!
Sesuai kesepakatan Ibu Suritem dan Suaminya memberi nama anaknya ADIL.

Setelah dewasa lalu si Ibu menceritakan kepada anaknya kepada Adil tentang Putranya yang ke dua tewas di karenakan terserempet mobil. Setelah lulus SMA lalu Adil melanjutkan kuliahnya di Perguruan Tinggi dan mengambil jurusan Ilmu Hukum, Adil yang di masa kuliahnya yang aktif di Organisasi Internar dan External.....
Sekian

3 komentar:

  1. informasi yang menarik..:) smoga hukum di indonesia semakin adil..! salam kenal..: )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah"an dengan rasa persatuan, Hukum di Indonesia menjadi yg terbaik.

      Hapus

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<