Jumat, 22 Juni 2012

Biaya Sekolah Mahal, Orangtua dan Guru Minta RSBI Dihapus

"RSBI bertarif internasional, bukan bertaraf internasional."
Kamis, 21 Juni 2012


GURU DAN SISWA TOLAK RSBI



VIVAnews - Sejumlah guru yang tergabung dalam berbagai organisasi guru di Indonesia, bersama sejumlah siswa dan orang tua siswa melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis 21 Juni 2012.

Mereka menuntut agar Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dihapuskan, karena hanya "mencekik" para orang tua siswa.

"Bubarkan RSBI yang menyebabkan biaya tinggi. RSBI hanya dinikmati oleh orang-orang kaya dan anak-anak pejabat. RSBI bertarif internasional, bukan bertaraf internasional, sekali lagi bertarif internasional," ucap orator lewat pengeras suaranya.

Karena itu, mereka juga menuntut agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan segera menghapus program SBI/RSBI, karena pendidikan berkualitas adalah milik semua anak bangsa.

Mereka juga meminta Kemendikbud untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi semua rakyat, bukan hanya untuk orang kaya.

"Kemendikbud harus mengembalikan pendidikan sebagai hak asasi bukan komiditi," kata Guntur Ismail dari Presidium Federasi Serikat Guru Indonesia.

Guntur menambahkan, presiden juga harus mengingatkan jajaran Kemendikbud untuk kembali pada amanat konstitusi RI. Sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan republik ini didirikan.

"Kami menolak program SBI/RSBI karena menimbulkan pengkastaan dalam pendidikan nasional, mendiskriminasi anak bangsa, bernafas komersialisasi pendidikan, dan ini merupakan upaya pemerintah melepas tanggung jawab pembiayaan pendidikan," ujarnya.

Selain itu, dalam aksi ini mereka juga membawa berbagai macam poster dan spanduk. Salah satu spanduk yang dibentangkan bertuliskan "Tolak komesialisasi pendidikan. Bubarkan RSBI".

Di antara mereka, terutama orang tua siswa juga melakukan aksi ikat pinggang sebagai bentuk semakin 'mencekiknya' biaya pendidikan. Beragam alat dapur seperti panci, penggorengan, cobek, sendok, dan lain-lain juga digantungkan dalam aksi ini.

"Ini simbol dari biaya yang seharusnya untuk makan, telah diambil untuk keperluan biaya pendidikan," kata salah seorang orang tua siswa, Heru Narsono.

Menurutnya, RSBI ini merupakan salah satu kegagalan pemerintah untuk menyediakan pendidikan bermutu dan berkeadilan.

"Para orang tua siswa harus membayar mahal. Padahal tanggung jawab pemerintah tidak lepas untuk memberikan pendidikan murah dan bermutu," ujar orang tua dari Punoti Widyastuti, siswi Kelas V SD RSBI Rawa Mangun 12 Pagi, Jakarta Timur.

Pendidikan Murah
Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri mengatakan, ada kenaikan anggaran pendidikan dari tahun lalu yang diberikan pemerintah kepada Kemendikbud.

Dijelaskan Febri, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp269,6 triliun untuk 2011, sementara untuk tahun 2012 anggaran pendidikan naik menjadi Rp286,95.

"Ketika anggaran pendidikan naik, biaya pendidikan seharusnya menurun. Tapi kan tidak. Justru malah makin mahal dan menggila," kata Febri.

Febri menambahkan, hal itu bisa dilihat dari biaya masuk sekolah dasar RSBI untuk tahun ini berkisar antar Rp5-6 juta. "Belum SMP, SMA, kuliah," ujar Febri. (eh)








Facebook Comments

0 komentator:

Posting Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<