Minggu, 10 Juni 2012

Buku "Memoir Bunda Seorang Aktivis" Hj Ati Amiati Sobari

Selamat dan Semoga sukses kepada Moh Jumhur Hidayat, yang telah meluncurkan buku berjudul "Memoir Bunda Seorang Aktivis". Bagi yang penasaran silahkan cari bukunya di Toko-toko buku terdekat di kota anda. 

Semoga dengan adanya Buku "Memoir Bunda Seorang Aktivis" bisa menjadi pengetahuan dan pelajaran Catatan Sejarah nyata Gerakan Mahasiswa Indonesia pada tahun 80-an.

Bunda memang sudah tua, tetapi semangat Perjuangan Bunda akan terus tetap menyala dan berapi-api di dalam dada-nya dan jiwa-nya seseorang.

"Tetaplah menjadi rajawali, 
jangan berubah menjadi nuri," 
kata Jumhur pada peluncuran buku "Memoir Bunda Seorang Aktivis" 
di Bandung, Minggu, 10 Juni 2012.



Untuk beritanya Klik Link di bawah ini.

Aktivis harus tetap jadi rajawali

Memoir ibunda seorang aktivis. antaranews.com

Ibunda Jumhur Luncurkan "Memoir Bunda Seorang Aktivis"

Memoir Bunda Seorang Aktivis Diluncurkan

  ==============================================

Aktivis harus tetap jadi rajawali 

Minggu, 10 Juni 2012

Bandung (ANTARA News) - Aktivis mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) era 1980-an, Moh Jumhur Hidayat, mengingatkan para aktivis dan mantan aktivis harus tetap berani terbang sendiri dan berpendirian teguh layaknya menjadi rajawali.

"Tetaplah menjadi rajawali, jangan berubah menjadi nuri," kata Jumhur pada peluncuran buku "Memoir Bunda Seorang Aktivis" di Bandung, Minggu.

Buku setebal 114 halaman yang dicetak oleh PT Mangle Panglipur itu ditulis oleh Hj Ati Amiati Sobari, ibunda Jumhur, yang antara lain menuturkan isi hatinya mengenai kiprah Jumhur sejak lahir hingga menjadi aktivis yang saat Orde Baru sempat dipenjara selama tiga tahun di tahanan militer Bakorstanasda Jawa Barat, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kebon Waru, LP Nusakambangan, dan LP Sukamiskin.

Jumhur dan sejumlah aktivis ITB ditangkap dan dipecat sebagai mahasiwa ITB, kemudian dipenjara menyusul peristiwa Sabtu Kelabu 5 Agustus 1989.

Para mahasiswa ITB saat itu berunjuk rasa menolak kehadiran Menteri Dalam Negeri, Rudini, ke kampus ITB untuk berceramah pada penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) bagi mahasiswa.

Setelah menjalani hukuman, Jumhur bebas dari penjara LP Sukamiskin pada 22 Februari 1992, Ia tetap mengaku menjadi aktivis untuk berjuang demi keadilan dan kesejahteraan rakyat hingga kini, meskipun menjadi pejabat negara. Ia kini menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Fasilitas, jabatan, pangkat, puja-puji seringkali mengubah rajawali menjadi nuri. Mungkin beberapa teman kita ada yang begitu, ada yang DPRD I dan II, menteri, DPR yang dahulunya aktivis telah berubah," katanya.

Jumhur mengambil istilah rajawali dan nuri dari salah satu sajak penyair WS Rendra yang berkalimat "sangkar besi jangan mengubah rajawali menjadi nuri".

Salah seorang aktivis mahasiswa ITB 1978, Sukmaji Indro Tjahjono pada acara itu menyatakan bahwa godaan aktivis pada saat ini lebih berat.

"Kalau dahulu setelah berunjuk rasa paling ditahan tetapi sekarang belum apa-apa sudah ditawari uang dalam tas besar," kata Indro, yang mengaku kerap lolos dari upaya penangkapan oleh aparat keamanan.

Syahganda Nainggolan, mantan aktivis lain ITB, berharap Jumhur bisa menjadi pemimpin yang mengabdi pada Republik.

"Buat negara ini maju dan sejahtera," kata rekan sesama aktivis Jumhur itu.

Syahganda yang kini menjadi Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) menegaskan, bangsa ini membutuhkan pemimpin yang berani dan tegas untuk kesejahteraan rakyat.
(T.B009/A011)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Facebook Comments

0 komentator:

Posting Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<