Minggu, 09 September 2012

Haris Rusly - Petisi 28

Website : www.petisi28.com

FAKTA KEMUNDURAN BER-BANGSA: Mengerikan menyaksikan fakta menguat & mengkristalnya sentimen agama, suku & ras yg ditumbuhkembangkan, terbuka maupun tertutup, oleh kedua pendukung kandidat yg bertarung. Konsolidasi warga Betawi pilih Nara, Konsolidasi Warga Solo & Jawa pilih Jokowi, konsolidasi Muslim & Pribumi pilih Foke, konsolidasi Warga Tionghoa & Kristen pilih Ahok. PILKADA LANGSUNG MEMBAWA KITA MENUJU TATANAN NEGARA PRIMITIF. Haris Rusly (Petisi 28)

Filosofi dasar UUD Amandemen adalah memperkuat pasar bebas & demokrasi liberal, dengan melemahkan fungsi institusi negara untuk tunduk pada kepentingan pasar besar. Fungsi MPR sebagai Lembaga Tertinggi dan Presiden sebagai Kepala Negara dipreteli. Kembali ke UUD 1945 mengandung filosofi memperkuat landasan strukturil negara, untuk mengubur dominasi pasar bebas dan demokrasi liberal, serta sebagai benteng dalam menghadapi nekolim. Haris Rusly (Petisi 28)

Keputusan MK soal verifikasi Parpol & Parliamentary Threshold menunjukkan nasib negara Indonesia era reformasi & di bawah Pemerintahan SBY sangat tragis, semuanya serba Ad Hoc. Institusi maupun peraturannya serba Ad Hoc, setiap saat dapat digugat untuk diubah. Konstitusi & institusi negara tak dibuat untuk menjawab tantangan berjangka waktu di atas 25 tahun, tapi hanya untuk menjawab persoalan harian & kepentingan politik sesaat. Haris Rusly (Petisi 28)

Karena sistem yg dianut NKRI era reformasi adalah Sistem Ad Hoc, yg dibuat untuk menjawab persoalan harian, tak permanen. Maka, kami menyambut usul Prof. Yusril untuk membentuk Tim Ad Hoc dalam mengusut skandal Century. Menurut kami, selain skandal Century, perlu juga dibentuk Tim Ad Hoc untuk usut: (1). Kejahatan kecurangan pemilu yg menangkan Partai Demokrat & SBY pada 2009. (2). Kriminalisasi & pengadilan sesat Antasari Azhar. Haris Rusly (Petisi 28)

Dulu pendiri bangsa kita, mereka bagaikan macan yg buas melawan nekolim, kini Presiden SBY & elite politik bagaikan kucing basah, yg hanya bisa mengeong lihat nekolim. Dulu Bung Karno memprakarasai Konfrensi Asia Afrika & Gerakan Non Blok, kini Presiden SBY dengan bangga memprakarsai Gerakan nge-Blok ke Nekolim USA. TAK USAH KUATIR NYONYA CLINTON, PARA PEMUDA DAN PEMERINTAH KAMI (SBY-BOEDIONO) ADALAH PARA BUDAK YG TEGUH & KONSISTEN. Haris Rusly-Petisi 28

Apa yg salah dengan genetika manusia Indonesia, khususnya para pejabat & elite politik, yg lahir di era reformasi? Kok bisa muncul Presiden & Wapres yg bermental budak? Kok mucul elite politik & para pemuda yg penakut, pengecut & penjilat. Bukankan sejarah Nusantara telah melahirkan manusia dengan Gen Penakluk seperti Gadjah Mada, Gen Petarung bagaikan Macan seperti Diponegoro, Hasanudin, Sudirman, Soekarno, Hatta. APA YANG SALAH? Haris Rusly (Petisi 28)

Kita tak perlu memohon pertolongan kepada Pemerintah USA untuk membantu menyelesaikan masalah pelanggaran hak-hak kemanusian & intoleransi antar umat beragama. Kita rakyat Indonesia yg harus bangkit meluruskan arah berbangsa & bernegara yg diselewengkan rezim SBY. Sikap memohon kepada USA adalah sikap budak & inlander. Keberadaan Perusahaan milik USA, seperti Freeport adalah pelanggar HAM & perusak lingkungan terbesar di Indonesia. Haris Rusly-Petisi 28

Rais Syuriah PB NU KH Hasyim Muzadi nilai empat kali amandemen UUD 1945 telah hancurkan Pancasila. PDIP akan gugat 29 UU yg bertentangan dengan Pancasila (Kompas, Senin 10-09-2012). Niat baik PDIP patut diapresiasi, namun patut diingat Mahkamah Konstitusi bukan Mahkamah Ideologi. MK hanya punya kewenangan menguji UU yg bertentangan dengan UUD 1945 yg telah diamandemen & bermuatan azas liberalisme yg bertentangan dengan Pancasila. Haris Rusly (Petisi 28)

Demokrasi liberal, termasuk Pilkada langsung, telah menyeret bangsa Indonesia mundur jauh ke belakang mengikuti rute sejarah, yg sarat konflik agama, ras, kesukuan & kelas, yg pernah dilewati Eropa Abad Pertengahan & Amerika Era Perang Saudara. Padahal, tahun 1928 kita telah melakukan lompatan jauh ke depan, yaitu terbentuknya Konsolidasi Kebangsaan untuk mencapai Persatuan, Kesatuan & Berhasil Memproklamasikan Kemerdekaan 1945. Haris Rusly (Petisi 28)

Menguat kembalinya sentimen kesukuan & isu agama dalam Pilkada langsung DKI adalah kemunduran berbangsa. Konsolidasi Kebangsaan, sebuah perjuangan mencapai persatuan & menjadi diri sendiri sebagai sebuah bangsa, selalu dipukul mundur oleh isu Konsolidasi Demokrasi, yg hanya mengutamakan perjuangan mencapai kebebasan berbeda. Padahal, tahun 1928, Pemuda telah mengubur perbedaan untuk membangun Kesatuan Tanah Air, Bangsa dan Bahasa. Haris Rusly (Petisi 28)

MELAWAN AMNESIA!! Sudah sangat jelas: Antasari Azhar dikriminalisasi & dihadapkan dengan "Pengadilian Sesat & Menyesatkan" karena Antasari yg memimpin KPK: 1. Memenjarakan besannya Presiden SBY, Aulia Pohan. 2. Berupaya membongkar korupsi IT KPU yg memenangkan Partai Demokrat & Presiden SBY pada pemilu curang 2009. 3. Membongkar skandal korupsi Bank Century Rp. 6,7 triliun, yg melibatkan SBY, Boediono, Sri Mulyani, dll. REVOLUSI!! Haris Rusly (Petisi 28)

APA KHABAR KORUPSI ISTANA SBY & PARTAI DEMOKRAT? Skandal Bank Century Rp. 6,7 triliun yg heboh itu sedang di parkir di mana ya? Korupsi IT KPU serta Manipulasi & Kecurangan Pemilu yg menangkan Partai Demokrat & SBY tahun 2009 mungkin telah masuk peti mati. Di mana gerangan korupsi Wisma Atlet Palembang, Korupsi Hambalang, dan Korupsi Pembangunan Fasilitas PON Riau, yg libatkan Menpora & Pimpinan Partai Demokrat? BANGKIT REVOLUSI!! Haris Rusly (Petisi 28)

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<