Jumat, 28 September 2012

Manifesto Hasil Keputusan Musyawarah Nasional Mahasiswa Se-Indonesia

MANIFESTO HASIL KEPUTUSAN
MUSYAWARAH NASIONAL MAHASISWA SEINDONESIA

TEGUHKAN SIKAP PERSATUAN NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN KOMITMEN
“MAKLUMAT MAHASISWA BERSATU UNTUK RAKYAT”
(MENGGUGAT SBY DAN BOEDIONO
MUNDUR DARI JABATANNYA ADILI SEADIL-ADILNYA SERTA CABUT MANDAT DPR/MPR)
KONSOLIDASI MAHASISWA NASIONAL INDONESIA
(KOMANDO)

Dengan didasari pandangan obyektif Propinsi dan dengan dasar strategis bahwa pemerintah SBY dan BOEDIONO secara tegas dan jelas telah membawa Negara Indonesia keluar dari rel kesejarahan bangsa yang telah diamanatkan dalam maksud dan cita-cita Indonesia Merdeka di dalam Proklamasi 17 Agustus, Pembukaan UUD 1945 , melenceng jauh dari nilai-nilai Pancasila sebagai Falsafah Bangsa dan Ideologi Negara Indonesia, yang harus berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya.
Rezim SBY-Boediono telah melakukan pengkhianatan kepada rakyat berupa kegagalan di berbagai bidang antara lain:

1. Kegagalan Bidang Ekonomi :
Rezim SBY selalu mengklaim Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik setiap tahunnya. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi masyarakat pada umumnya.
2. Kegagalan Bidang Politik :
Sistem pemilu di Indonesia hanya melahirkan pemimpin-pemimpin yang korup dan tidak bermoral. Karena
proseduralnya tidak dijalankan secara jujur, adil dan berideologi kerakyatan.

3. Kegagalan Bidang Budaya :
Pemerintah tidak mampu melindungi dan melestarikan warisan budaya Bangsa yang diklaim oleh negara asing.

4. Kegagalan Bidang Sosial :
Konflik Sosial yang terjadi di masyarakat tidak mampu diselesaikan oleh pemerintah.

5. Kegagalan Bidang Hukum :
  • Penegakkan hukum yang cenderung berpihak kepada golongan masyarakat ekonomi kelas menengah atas. Hal ini terlihat pada kesewenangan aparat terhadap penanganan kasus pembelaan rakyat golongan ekonomi menengah kebawah.
  • Pemerintah tidak melaksanakan amanat Reforma Agraria.
6. Kegagalan Bidang Pertahanan dan Keamanan :
Pemerintah tidak mampu melindungi masyarakat dari aksi teror yang kerap terjadi di Indonesia, baik yang dilakukan oleh teroris, ormas maupun aparat keamanan itu sendiri.
7. Kegagalan Bidang Pendidikan :
Biaya pendidikan mahal yang masih sulit di jangkau rakyat miskin

8. Kegagalan Bidang Kesehatan :
Rakyat miskin masih kesulitan dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan sehingga menimbulkan tingginya angka kematian ibu dan bayi, balita bergizi buruk, dan busung lapar di berbagai daerah di Indonesia.
9. Kegagalan Bidang Hub. Internasional :
  • Perjanjian Internasional (kerjasama multilateral) cenderung berpihak kepada kepentingan asing dan mengesampingkan kepentingan rakyat mengatasnamakan globalisasi, tercermin pada perjanjian AFTA, ACFTA dan FDI.
  • Pemerintah tidak mampu menjamin keselamatan TKI di luar Negeri
10. Kegagalan Bidang Kedaulatan Bangsa :
Pemerintah tidak mampu mempertahankan kedaulatan yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Hal itu terlihat dari eksploitasi SDA oleh asing dan terampasnya pulau-pulau di Indonesia seperti Ambalat, sipa dan, ligitan dll.
Atas semangat Persatuan Nasional dalam bingkai Gerakan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2012 kembali meyakinkan gerakan mahasiswa Indonesia untuk berkonsolidasi dalam menyatukan tekad dan berkomitmen terhadap kesepakatan keputusan mahasiswa bersatu yang telah melahirkan maklumat Mahasiswa Bersatu Untuk Rakyat Yaitu:
  
  1. MENGGUGAT SBY DAN BOEDIONO MUNDUR DARI JABATANNYA dan ADILI SEADILADILNYA  
  2. CABUT MANDAT MPR/DPR

Mewujudkan maklumat mahasiswa bersatu adalah harga mati yang harus mampu dilaksanakan atas kesadaran tinggi dengan menjungjung Eksistensi kedaulatan kemerdekaan Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan rakyat, dengan komitmen ini, kembali dikonsolidasikan di masing-masing daerah dan direalisasikan dalam gerakan nyata pada tanggal 1 Oktober 2012 dan menetapkan OKTOBER 2012 sebagai BULAN AKSI NASIONAL Mahasiswa bersama Rakyat.

Di tetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Mahasiswa se-Indonesia
Cirebon, 18-19 September 2012

 Download File PDF disini 

=========================================

MANIFESTO OF DECISIONNATIONAL CONFERENCE STUDENT SEINDONESIA
Affirm ATTITUDE IN MAKING COMMITMENTS NATIONAL UNITY"Notices STUDENTS UNITED FOR THE PEOPLE"(SBY SUE AND BOEDIONOAdili resign fairest MANDATE AND REMOVE DPR / MPR)INDONESIAN NATIONAL STUDENT CONSOLIDATION(COMMAND)
With the underlying objective view of the province and the strategic basis that the government of SBY and BOEDIONO firmly and clearly has brought the Indonesian State derailment historical nation that was mandated in the aims and ideals of the Declaration of Independence of Indonesia on August 17, 1945 opening, strayed far of the values ​​of Pancasila as the state ideology and philosophy of the Nation of Indonesia, which must be sovereign in the political, economic self-reliance in the field of culture and personality.
 
SBY-Boediono regime has committed treason to the people in the form of failure in various fields such as:
1. Economic failure:SBY regime always claimed Indonesia experienced good economic growth each year. However, in reality it is not in accordance with the conditions of the community at large.
 
2. Failure of Politics:Indonesia's electoral system leaders just gave birth to a corrupt and immoral. Becauseprocedural not run honestly, fairly and populist ideology.
3. Failure of Cultural Affairs:Government is not able to protect and preserve the nation's cultural heritage claimed by foreign countries.
4. Failure of Social Affairs:Social conflicts that occurred in the community are not able to be resolved by the government.
5. Failure of Legal Affairs:

    
Law enforcement groups that tend to side with the upper middle class economy. This can be seen in the handling of cases of abuse of the defense forces against the people of the middle class down.
    
The government does not carry out the mandate of Agrarian Reform.
6. Defense and Security Failure:Government is unable to protect the public from acts of terror that often occurs in Indonesia, whether committed by terrorists, organizations and the security forces themselves.
 
7. Failure of Education:Expensive education costs are still difficult to reach the poor
8. Failure of the Health Sector:The poor are still difficulties in getting access to health services, giving rise to high rates of maternal and infant mortality, under five malnourished, and malnutrition in various regions in Indonesia.
 
9. Field failure Hub. International:

    
International agreements (multilateral cooperation) tend to favor foreign interests and the exclusion of the interests of the people in the name of globalization, reflected in the agreement AFTA, ACFTA and FDI.
    
Government is unable to guarantee the safety of workers outside the State
10. Field failure Nation Sovereignty:Government is not able to maintain the sovereignty of the opening of the 1945 Constitution mandated. This is evident from the exploitation of natural resources by foreigners and seizing the islands of Indonesia as Ambalat, ready to take and, Ligitan etc..
 
The spirit of National Unity Movement of the Youth Pledge in frame dated October 28, 2012 to reassure the student movement in Indonesia to consolidate unite the determination and commitment to making the deal come together students who have given birth announcement Students United for the People is:
 

    
SBY SUE AND BOEDIONO resign from office and prosecuted, SEADILADILNYA
    
REMOVE THE MANDATE MPR / DPR

United students realize intimation is set in stone to be able to be implemented on a high awareness of the existence of sovereignty uphold the independence of Indonesia in realizing the sovereignty of the people, with this commitment, re-consolidated in each region and realized the real movement on October 1, 2012 and establish OCTOBER 2012 as MONTH NATIONAL ACTION Students with People.
Is set within the National Conference (National Conference) Students in IndonesiaCirebon, 18-19 September 2012

=========================================

MANIFEST DER ENTSCHEIDUNGNationale Konferenz STUDENT SEINDONESIA
Bestätigen Haltung, Verpflichtungen der nationalen Einheit"Bemerkungen STUDENTEN FÜR DIE LEUTE United"(SBY Sue und BoedionoAdili zurücktreten Schönste Mandats und ENTFERNEN DPR / MPR)INDONESIAN National Student CONSOLIDATION(Befehl)
Mit der zugrunde liegenden objektiven Blick auf die Provinz und die strategische Grundlage, dass die Regierung von SBY und Boediono fest und klar hat die indonesische Staat Entgleisung historische Nation, die in den Zielen und Idealen der Unabhängigkeitserklärung von Indonesien auf 17. August 1945 Eröffnung wurde beauftragt gebracht, verirrt weit der Werte Pancasila als Staatsideologie und Philosophie der Nation von Indonesien, das souverän sein müssen in der politischen, wirtschaftlichen Selbständigkeit im Bereich der Kultur und Persönlichkeit.
 
SBY-Boediono Regime hat Verrat an den Menschen in der Form des Scheiterns in verschiedenen Bereichen wie engagiert:
1. Wirtschafts-Ausfall:SBY Regime immer behauptet Indonesien erlebt gute Wirtschaftswachstum pro Jahr. Doch in Wirklichkeit ist es nicht in Übereinstimmung mit den Bedingungen der Gemeinschaft insgesamt.
 
2. Versagen der Politik:Indonesiens Wahlsystem Führer gerade gebar eine korrupte und unmoralisch. WeilVerfahrensvorschriften nicht ehrlich, fair und laufen populistische Ideologie.
3. Failure of Cultural Affairs:Regierung ist nicht in der Lage, den Schutz und die Erhaltung des kulturellen Erbes Nation vom Ausland nach.
4. Ausfall Soziales:Soziale Konflikte, die in der Gemeinschaft eingetreten sind nicht in der Lage, die von der Regierung gelöst werden.
5. Failure of Legal Affairs:

    
Strafverfolgungsbehörden Gruppen, die auf die Seite neigen mit der oberen Mittelschicht Wirtschaft. Dies kann in der Behandlung von Fällen des Missbrauchs der Streitkräfte gegen die Menschen der Mittelschicht nach unten gesehen werden.
    
Die Regierung sagt nicht Ausübung des Mandats der Agrarreform.
6. Verteidigung und Sicherheit Failure:Regierung ist nicht in der Lage, um die Öffentlichkeit von Terrorakten, die häufig in Indonesien zu schützen, sei es durch Terroristen, Organisationen und die Sicherheitskräfte sich verpflichtet.
 
7. Nichtbeachtung der Ausbildung:Teure Bildung Kosten sind immer noch schwierig, die Armen zu erreichen
8. Ausfall der Health Sector:Die Armen sind immer noch Schwierigkeiten, Zugang zu Gesundheitsdiensten, was zu hohe Mütter-und Kindersterblichkeit unter fünf unterernährt, und Unterernährung in den verschiedenen Regionen in Indonesien.
 
9. Feld Ausfall Hub. International:

    
Internationale Abkommen (multilaterale Zusammenarbeit) neigen dazu, ausländische Interessen und den Ausschluss von den Interessen der Menschen im Namen der Globalisierung, in der Vereinbarung AFTA, ACFTA und FDI reflektiert begünstigen.
    
Regierung ist nicht in der Lage, um die Sicherheit der Arbeitnehmer außerhalb des Staates garantieren
10. Feld Ausfall Nation Souveränität:Regierung ist nicht in der Lage, die Souveränität der Eröffnung der Verfassung von 1945 beauftragt zu halten. Dies ergibt sich aus der Ausbeutung der natürlichen Ressourcen durch Ausländer und die Beschlagnahme der Inseln von Indonesien als Ambalat, bereit zu nehmen und, Ligitan usw..
 
Der Geist der nationalen Einheit Bewegung der Jugend Pledge in Rahmen vom 28. Oktober 2012 bis die Studentenbewegung in Indonesien zu festigen vereinen die Entschlossenheit und Engagement für das Geschäft zusammen kommen Studenten, die Ankündigung der Geburt Studenten für die Menschen vereint gegeben haben zu beruhigen ist:
 

    
SBY Sue und Boediono von seinem Amt zurücktreten und verfolgt, SEADILADILNYA
    
ENTFERNEN Das Mandat MPR / DPR

Vereinigte Schüler erkennen Andeutung in Stein gemeißelt in der Lage sein auf einem hohen Bewusstsein für die Existenz der Souveränität zu wahren die Unabhängigkeit von Indonesien in die Verwirklichung der Souveränität des Volkes umgesetzt werden, mit diesem Engagement, in jeder Region neu konsolidiert und erkannte die wirkliche Bewegung am 1. Oktober 2012 zu etablieren Oktober 2012 als MONAT NATIONAL ACTION Studierende mit Menschen.
Ist innerhalb der National Conference (National Conference) Studierende in Indonesien gesetztCirebon, 18-19 September 2012

=====================================

MANIFEST VAN BESLUITNATIONALE CONFERENTIE STUDENT SEINDONESIA
Bevestigen HOUDING IN HET MAKEN VAN VERPLICHTINGEN NATIONALE EENHEID"Kennisgevingen STUDENTEN UNITED VOOR DE MENSEN"(SBY SUE EN BoedionoAdili ontslag eerlijkste mandaat en VERWIJDEREN DPR / MPR)INDONESISCH NATIONALE STUDENT CONSOLIDATIEMETHODE(OPDRACHT)
Met de achterliggende objectieve kijk op de provincie en de strategische basis die de regering van SBY en Boediono stevig en duidelijk heeft gebracht van de Indonesische Staat ontsporing historische natie die werd opgelegd in de doelstellingen en idealen van de Verklaring van Onafhankelijkheid van Indonesië op 17 augustus 1945 opening, ver afgedwaald van de waarden van Pancasila als de staat ideologie en filosofie van de Natie van Indonesië, die soeverein moeten zijn in de politieke, economische zelfredzaamheid op het gebied van cultuur en persoonlijkheid.
 
SBY-Boediono regime heeft verraad gepleegd aan de mensen in de vorm van mislukking op verschillende gebieden zoals:
1. Economische mislukking:SBY regime altijd beweerd Indonesië ervaren goede economische groei per jaar. Echter, in werkelijkheid is het niet in overeenstemming met de voorwaarden van de gemeenschap in het algemeen.
 
2. Falen van de politiek:Kiesstelsel leiders in Indonesië net bevallen van een corrupt en immoreel. Omdatprocedureel niet eerlijk draaien, eerlijk en populistische ideologie.
3. Falen van Culturele Zaken:De overheid is niet in staat tot bescherming en behoud cultureel erfgoed van de natie opgeëist door het buitenland.
4. Falen van Sociale Zaken:Sociale conflicten die zich in de gemeenschap niet kunnen worden opgelost door de overheid.
5. Falen van Juridische Zaken:

    
Rechtshandhaving groepen die de neiging hebben om de kant van de hogere middenklasse economie. Dit kan worden gezien in de behandeling van gevallen van misbruik van de strijdkrachten tegen het volk van de middenklasse naar beneden.
    
De overheid niet uitvoeren van het mandaat van de Agrarische Hervorming.
6. Defensie en Veiligheid Failure:De overheid is niet in staat om het publiek te beschermen tegen daden van terreur die vaak voorkomt in Indonesië, of gepleegd door terroristen, organisaties en de veiligheidstroepen zelf.
 
7. Falen van Onderwijs:Kosten dure onderwijs zijn nog steeds moeilijk om de armen te bereiken
8. Falen van de gezondheidszorg:De armen zijn nog steeds problemen bij het verkrijgen van toegang tot de gezondheidszorg, die aanleiding geven tot hoge tarieven van moeder-en kindersterfte, onder de vijf jaar ondervoed en ondervoeding in de verschillende regio's in Indonesië.
 
9. Veld mislukking Hub. Internationaal:

    
Internationale overeenkomsten (multilaterale samenwerking) hebben de neiging om buitenlandse belangen en de uitsluiting van de belangen van de mensen in de naam van de globalisering, uiting in de overeenkomst AFTA, ACFTA en BDI bevoordelen.
    
De overheid is niet in staat om de veiligheid van de werknemers buiten de staat te waarborgen
10. Veld falen Nation Soevereiniteit:De overheid is niet in staat om de soevereiniteit van de opening van de Grondwet 1945 gemandateerd behouden. Dit blijkt uit de exploitatie van natuurlijke hulpbronnen door buitenlanders en de inbeslagneming van de eilanden van Indonesië als Ambalat, klaar om te nemen en, Ligitan etc..
 
De geest van Nationale Eenheid Beweging van de Jeugd Pledge in frame gedateerd 28 oktober 2012 aan de studentenbeweging in Indonesië te consolideren verenigen de vastberadenheid en inzet voor het maken van de deal studenten bij elkaar komen die geboortekaartje Studenten van United voor de mensen hebben gegeven gerust te stellen is:
 

    
SBY SUE EN Boediono ontslag uit zijn ambt en vervolgd, SEADILADILNYA
    
VERWIJDER HET MANDAAT MPR / DPR

Verenigde studenten beseffen intimation is in steen gebeiteld te kunnen worden uitgevoerd op een hoog bewustzijn van het bestaan ​​van de soevereiniteit verdedigen de onafhankelijkheid van Indonesië in het realiseren van de soevereiniteit van het volk, met deze toezegging, re-geconsolideerd in elke regio en realiseerde de echte beweging op 1 oktober 2012 en tot stand oktober 2012 als MAAND NATIONALE ACTIE Studenten met People.
Is gevestigd in de Nationale Conferentie (Nationale Conferentie) Studenten in IndonesiëCirebon, 18-19 september 2012

==========================================
 宣言决定国家助学会议SE印度尼西亚
肯定的态度,民族团结作出承诺“通告学生团结为人民”(SBY苏布迪约诺Adili辞职最公平的授权和删除DPR / MPR)印尼国家学生综合(命令)
随着的标的目标,鉴于全省和战略的基础上,SBY和布迪约诺政府坚定,明确地已经带来了印尼国家出轨历史的国家,被授权的目标和理想,印尼的独立宣言“的1945年开年8月17,远远悖离潘查希拉的值作为印度尼西亚民族的国家意识形态和哲学,它必须是主权的政治,经济的自我依赖在该领域的文化和个性。
 
SBY-布迪约诺政权犯叛国罪的人在失败的形式在各​​个领域,如:
1。经济上的失败:SBY政权一直声称,印尼经历了良好的经济增长,每年。然而,在现实中,它是根据广大市民的条件。
 
2。政治的失败:印尼的选举制度领导人刚刚生下一个腐败和不道德的。因为程序无法运行的诚实,公平和民粹主义思想。
3。文化局失败:政府是不能够保护和保存民族文化遗产声称外国。
4。社会事务失败:在社会上发生的社会冲突,是不能够由政府来解决。
5。法律事务失败:

    
执法组倾向于侧与上层中产阶级经济。这可以看出,在下来的中产阶级的人的防卫力量,打击滥用案件的处理。
    
政府不进行土地改革的任务。
6。国防和安全失败:政府无法保护公众免受恐怖行为往往发生在印尼,无论恐怖分子,组织和安全部队本身。
 
7。教育的失败:昂贵的教育费用仍难以惠及穷人
8。卫生部门的失败:穷人仍然获得卫生服务的困难,从而引发的高发率,孕产妇和婴儿死亡率,五岁以下营养不良,营养不良在印尼各个地区。
 
9。场失败集线器。国际:

    
国际协议(多边合作)倾向于外国利益的人在全球化的名义,体现在协议的东盟自由贸易区,东盟自由贸易区和外商直接投资的利益并排除。
    
政府是无法保证工人的生命安全以外的国家
10。现场破坏国家主权:政府是不是能够维护国家的主权,1945年的“宪法”规定的开幕。这是显而易见的,从外国人开采自然资源和抓住印尼的岛屿为Ambalat,准备好拍摄和利吉丹岛等。
 
国家统一运动的青年质押框架于2012年10月28日再次向印尼学生运动,巩固团结的决心和承诺进行交易走到了一起学生谁给人民联合起来,出生公布学生的精神是:
 

    
SBY苏和布迪约诺辞职,并起诉,SEADILADILNYA
    
删除授权MPR / DPR

美国学生意识到暗示被设置在石头到可以实施高存在坚持印尼在实现人民主权的独立,主权意识,这一承诺,重新巩固在每个区域和2012年10月1日实现了真正的移动,并建立2012年10月个月的国家行动与人民的学生。
坐落于全国会议(国民会议)在印尼的学生井里汶,2012年9月18-19日

====================================================

फैसले के घोषणापत्रराष्ट्रीय छात्र सम्मेलन एसई इंडोनेशिया
प्रतिबद्धताओं राष्ट्रीय एकता बनाने में रवैया वाणी"नोटिस छात्रों के लोगों के लिए संयुक्त"(SBY स्यू और BOEDIONOAdili खूबसूरत जनादेश इस्तीफा देने और डीपीआर / एम पी आर) निकालेंइन्डोनेशियाई राष्ट्रीय छात्र एकीकरण(आदेश)
प्रांत और SBY और BOEDIONO की सरकार मजबूती से और स्पष्ट रूप से 17 अगस्त 1945 खोलने पर इंडोनेशिया के स्वतंत्रता की घोषणा के उद्देश्य और आदर्शों में सौंपा गया था कि इंडोनेशियाई राज्य पटरी से उतारना ऐतिहासिक राष्ट्र लाया गया है कि रणनीतिक आधार के मूल उद्देश्य को देखने के साथ, अब तक भटक संस्कृति और व्यक्तित्व के क्षेत्र में राजनीतिक, आर्थिक आत्मनिर्भरता में संप्रभु होना चाहिए, जो इंडोनेशिया के राष्ट्र के राज्य विचारधारा और दर्शन के रूप में Pancasila के मूल्यों की.
 
SBY-Boediono शासन जैसे विभिन्न क्षेत्रों में विफलता के रूप में लोगों को देशद्रोह के लिए प्रतिबद्ध है:
1. आर्थिक विफलता:SBY शासन हमेशा इंडोनेशिया हर साल अच्छी आर्थिक वृद्धि का अनुभव दावा किया. लेकिन, वास्तव में यह बड़े पैमाने पर समुदाय की शर्तों के अनुसार नहीं है.
 
2. राजनीति की विफलता:इंडोनेशिया की चुनावी प्रणाली नेताओं को सिर्फ एक भ्रष्ट और अनैतिक को जन्म दिया. क्योंकिप्रक्रियात्मक काफी और लोकलुभावन विचारधारा, ईमानदारी से नहीं चला.
3. सांस्कृतिक मामलों की विफलता:सरकार विदेशी देशों द्वारा दावा किया कि देश की सांस्कृतिक विरासत की रक्षा और रक्षा करने में सक्षम नहीं है.
4. सामाजिक मामलों की विफलता:समुदाय में होने वाले सामाजिक संघर्षों सरकार द्वारा हल किया जा करने में सक्षम नहीं हैं.
5. कानूनी मामलों की विफलता:

    
उच्च मध्यम वर्ग अर्थव्यवस्था साथ देने के लिए करते हैं कि कानून प्रवर्तन समूहों. यह नीचे मध्यम वर्ग के लोगों के खिलाफ सुरक्षा बलों के दुरुपयोग के मामलों से निपटने में देखा जा सकता है.
    
सरकार कृषि सुधार के जनादेश के बाहर नहीं ले जाते.
6. रक्षा और सुरक्षा विफलता:सरकार अक्सर इंडोनेशिया में होता है कि आतंक के कृत्यों से जनता की रक्षा करने में असमर्थ है, आतंकवादियों, संगठनों और सुरक्षा बलों द्वारा स्वयं के लिए प्रतिबद्ध है.
 
7. शिक्षा की विफलता:महंगी शिक्षा लागत गरीबों तक पहुंचने के लिए अभी भी मुश्किल हो जाता है
8. स्वास्थ्य क्षेत्र की विफलता:गरीब इंडोनेशिया में विभिन्न क्षेत्रों में पांच कुपोषित, और कुपोषण के तहत, मातृ और शिशु मृत्यु की उच्च दर को जन्म दे रही है, अभी भी स्वास्थ्य सेवाओं तक पहुंच प्राप्त करने में कठिनाइयों कर रहे हैं.
 
9. फील्ड विफलता हब. अंतर्राष्ट्रीय:

    
अंतर्राष्ट्रीय समझौतों (बहुपक्षीय सहयोग) विदेशी हितों और समझौते AFTA, ACFTA और प्रत्यक्ष विदेशी निवेश में परिलक्षित वैश्वीकरण के नाम पर लोगों के हितों के बहिष्कार के पक्ष में जाते हैं.
    
सरकार ने राज्य के बाहर कार्यकर्ताओं की सुरक्षा सुनिश्चित करने में असमर्थ है
10. फील्ड विफलता राष्ट्र संप्रभुता:सरकार ने सौंपा 1945 संविधान के उद्घाटन की संप्रभुता को बनाए रखने में सक्षम नहीं है. यह विदेशियों द्वारा प्राकृतिक संसाधनों के दोहन से स्पष्ट है और लेने के लिए तैयार है और, Ligitan आदि, Ambalat के रूप में इंडोनेशिया के द्वीपों के अधिकार.
 
लोगों के लिए संयुक्त जन्म घोषणा छात्रों को दे दिया है जो दृढ़ संकल्प और सौदा छात्रों को एक साथ आने के लिए बनाने के लिए अपनी प्रतिबद्धता को एकजुट मजबूत करने के लिए इंडोनेशिया में छात्र आंदोलन को आश्वस्त करने के लिए 28 अक्टूबर 2012 को फ्रेम में युवा शपथ राष्ट्रीय एकता आंदोलन की आत्मा है:
 

    
SBY स्यू और BOEDIONO पद से इस्तीफा देने और मुकदमा चलाया, SEADILADILNYA
    
जनादेश हटाने MPR / डीपीआर

संयुक्त छात्र सूचना इस प्रतिबद्धता के साथ, संप्रभुता का अस्तित्व लोगों की संप्रभुता को साकार करने में इंडोनेशिया की स्वतंत्रता को बनाए रखने के लिए एक उच्च जागरूकता पर लागू किया जा करने में सक्षम होने के लिए पत्थर में सेट है, एहसास, प्रत्येक क्षेत्र में फिर से मजबूत कर ली और 1 अक्टूबर, 2012 को वास्तविक आंदोलन का एहसास हुआ और अक्टूबर 2012 की स्थापना लोगों के साथ इस महीने राष्ट्रीय कार्य छात्र के रूप में.
इंडोनेशिया में नेशनल कांफ्रेंस (नेशनल कांफ्रेंस) के छात्रों के भीतर निर्धारित हैCirebon, 18-19 सितम्बर 2012

=================================

MANIFESTO DA DECISÃOCONFERÊNCIA NACIONAL DE ESTUDANTE SE INDONÉSIA
Afirmar a atitude de assumir compromissos de unidade nacional"Avisos ESTUDANTES Unidos para o povo"(SBY Sue e BoedionoAdili renunciar MANDATO mais justa E RETIRE DPR / MPR)INDONÉSIA Nacional dos Estudantes CONSOLIDAÇÃO(Comando)
Com o ponto de vista objectivo subjacente a província ea base estratégica que o governo do SBY e Boediono firme e claramente trouxe o Estado descarrilamento nação histórica da Indonésia que foi mandatado nos objetivos e ideais da Declaração de Independência da Indonésia, em 17 agosto de 1945 a abertura, se afastou dos valores de Pancasila como a ideologia do Estado e da filosofia da Nação da Indonésia, que deve ser soberana na política, a auto-suficiência econômica no campo da cultura e personalidade.
 
Regime SBY-Boediono cometeu traição ao povo em forma de falha em vários campos, tais como:
1. Fracasso econômico:SBY regime sempre alegou Indonésia experimentou um bom crescimento econômico a cada ano. No entanto, na realidade, não está em conformidade com as condições da comunidade em geral.
 
2. Fracasso da política:Líderes do sistema eleitoral da Indonésia só deu à luz um corrupto e imoral. Porqueprocessual não correr honestidade, imparcialidade e ideologia populista.
3. Fracasso de Assuntos Culturais:O governo não é capaz de proteger e preservar o património cultural da nação reivindicado por países estrangeiros.
4. Fracasso dos Assuntos Sociais:Os conflitos sociais que ocorreram na comunidade não são capazes de ser resolvido pelo governo.
5. Fracasso de Assuntos Jurídicos:

    
Grupos de policiais que tendem a lado com a economia de classe média alta. Isto pode ser visto no tratamento dos casos de abuso das forças de defesa contra as pessoas da classe média para baixo.
    
O governo não cumprir o mandato de Reforma Agrária.
6. Defesa e Falha de segurança:Governo não é capaz de proteger o público de atos de terror que muitas vezes ocorre na Indonésia, se cometido por terroristas, as organizações e as próprias forças de segurança.
 
7. Fracasso da Educação:Os custos da educação caros ainda são difíceis de alcançar os pobres
8. Falha do Setor de Saúde:Os pobres são ainda dificuldades de acesso aos serviços de saúde, dando origem a elevadas taxas de mortalidade materna e infantil, menores de cinco anos desnutridas, ea desnutrição em várias regiões da Indonésia.
 
9. Hub falha de campo. Internacional:

    
Acordos internacionais (cooperação multilateral) tendem a favorecer os interesses estrangeiros ea exclusão dos interesses das pessoas em nome da globalização, refletidas no acordo AFTA, ACFTA e FDI.
    
Governo é incapaz de garantir a segurança dos trabalhadores fora do Estado
10. Campo falha Nation Soberania:O governo não é capaz de manter a soberania da abertura da Constituição de 1945 determinou. Isto é evidente a partir da exploração dos recursos naturais por estrangeiros e aproveitar as ilhas da Indonésia como Ambalat, pronto para assumir e, Ligitan etc.
 
O espírito do Movimento de Unidade Nacional do Juramento Youth in frame de 28 de outubro de 2012 a tranquilizar o movimento estudantil na Indonésia para consolidar unir a determinação e compromisso de fazer o negócio se reúnem estudantes que deram anúncio do nascimento alunos Unidas para as pessoas é:
 

    
SBY Sue e Boediono renunciar ao mandato e processados, SEADILADILNYA
    
REMOVER O MANDATO MPR / DPR

Estados alunos percebem intimação é gravada na pedra para poder ser implementado em um alto nível de conhecimento da existência da soberania defender a independência da Indonésia em perceber a soberania do povo, com esse compromisso, a re-consolidou em cada região e percebeu o movimento real em 1 de Outubro de 2012 e de estabelecer outubro 2012 como o Mês Nacional de Acção alunos com as pessoas.
É definido no âmbito da Conferência Nacional (Conferência Nacional) alunos na IndonésiaCirebon, 18-19 setembro 2012
 
   

5 komentar:

  1. kyk orang bego nich isi web loe... wkwkwkwkwk... ngarang aja loe bisanya pengacau keamanan negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini dia nichh.... jongos-jongos'nya SBY-BOEDIONO. di bayar berapa loe sama Sby, sudah salah Berbohong pula.

      tolong Sampaikan pada atasan-mu KAMI MAU MENDUDUKI ISTANA NEGARA DAN MENGULINGKAN PEMERINTAHANYA.

      Hapus
  2. oh iya satu lagi dalam bidang maritim. Pemerintah tidak mau memperhatikan kemajuan teknologi maritim. Karena indonesia adalah NEGARA KEPULAUAN. ingat "Kita Pernah berjaya ketika kita menguasai bidang martim.

    bayu-adipati.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok.. Terimakasih atas masukanya.
      di dalam hal sebuah mempertahankan negara, maka itu adalah sebuah hal keharusan negara dan menjadi mempermudah dalam melakukan suatu tindakan.

      Hapus
  3. tidakkah kalian sadar jika tingkah kalian seperti anak kecil? lebih baik kalian belajar dengan benar.. kalian adalah calon-calon pemimpin bangsa ini.. jika sudah menduduki posisi dalam eksekutif/legislatif.. janganlah kalian meniru kakak tingkat kalian (mahasiswa) yang dulu ikut berdemo dan sekarang sudah mempunyai jalan untuk mengubah bangsa ini tiba-tiba kehilangan idealisme yang dulu menggelora saat masih berstatus sebagai mahasiswa.. ada apa? apa sudah dikalahkan dengan realisme dunia?

    BalasHapus

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<