Rabu, 10 Oktober 2012

News - Di Hadapan Jubir KPK, Barisan Komando Sampaikan Seruan Turunkan SBY-Boediono

DITEMUI JUBIR KPK : Demonstran yang menamakan diri Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) diterima Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sore tadi di Gedung KPK Rabu, 10 Oktober 2012, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Mahasiswa mendukung penuh KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. Namun, mahasiswa mengingatkan KPK untuk memberantas korupsi tidak tebang pilih. KPK harus membongkar kasus besar seperti Hambalang dan Century. SAMRUT LELOLSIMA/RMOL


RMOL. Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen kampus yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) menggelar aksi mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu sore (10/10).

Dalam aksinya mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah ini menolak keras adanya pemangkasan kewenangan KPK yang dilakukan melalui revisi UU no 30 tahun 2002.

"Perkuat kewenangan KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini,"seru kordinator aksi Fadlan Siabuto dalam orasinya di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, rabu (10/10).

Mereka menyatakan ketidaksepakatannya dengan pidato presiden SBY yang menyatakan bahwa KPK hanya diberikan kewenangan menangani kasus korupsi simulator SIM tidak untuk bagian kasus lainnya.

"Apa kabar dengan pengadaan barang dan jasa lainnya di tubuh polri jika terjadi tindak pidana korupsi ? ,"tanya Buto yang disambut dengan teriakan 'Turunkan SBY' oleh massa aksi.

Dalam aksinya para demonstran juga menutup bahu jalan atau jalur lambat depan gedung KPK. Sambil duduk dijalan raya mereka lalu menyampaikan orasi - orasinya. Mereka juga turut membentangkan spanduk yang bertuliskan KPK harus mengusut kasus century, Hambalang dan kasus besar lain yang dibuat oleh Trias Politika (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif) yang bermuara pada kekerasan polisi.

Setelah menyuarakan aspirasinya, para demonstran lalu diterima oleh perwakilan dari pihak KPK. Kali ini diwakili langsung, oleh Johan Budi selaku Jubir KPK.

Memang baru kali ini Johan turun langsung menemui demonstran atau mahasiswa yang melakukan aksi. Johan yang berdiri tepat di depan ratusan mahasiswa itu terlihat tetap setia, ketika para mahasiswa dengan almamater beda warna ini menyampaikan empat poin pernyataan sikap mereka.

Poin yang disampaikan para mahasiswa adalah, perkuat kewenangan KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi di negeri ini, copot Kapolri Jendral Timur Pradopo, tuntut mundur pemerintahan SBY-Boedino, dan cabut mandat DPR-MPR.

Setelah itu Johan pun mengambil pengeras suara yang dipakai oleh kordinator aksi untuk berorasi.

"Saya mewakili pimpinan KPK, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan kawan-kawan mahasiswa ke KPK," kata Johan yang disambut teriakan 'save KPK' dari barisan mahasiswa.

Johan kemudian menerima beberapa lembar kertas putih yang berisikan pernyataan sikap para mahasiswa. Johan lalu berlalu, sementara mahasiswa melanjutkan aksinya. Selang beberapa menit, mahasiswa membubarkan barisan dengan tertib.[dem]

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<