Jumat, 22 Maret 2013

News - REZIM SBY DIAM SAJA??? SUDAH 5 GEREJA DIBONGKAR DI BEKASI!


Pemkab Bekasi Bongkar Gereja HKBP Setu tanpa surat perintah???

Padahal perizinan gereja ini dalam pengurusan sejak 2011.

Bangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Desa Tamansari Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi itu pun luluh lantak.
Hanya sekitar 15 menit, alat berat berupa buldozer dikawal ketat ratusan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan anggota kepolisian dari jajaran Polresta Bekasi Kabupaten itu, membumihaguskan bangunan yang baru berupa tembok dan berada di tengah perkampungan tersebut.

Sekitar 200 jemaat gereja itu, berusaha menghalangi alat berat menuju bangunan tempat ibadah mereka.

Alat berat itu tiba di sekitar lokasi pukul 12.00 WIB. Namun, sempat diadang jemaat. Dua jam kemudian, pukul 14.00 WIB, setelah dilakukan negosiasi, secara tiba-tiba ada sekelompok massa lain berdemo di sekitar lokasi, yang diyakini sebagai strategi petugas agar jemaat tidak menghalangi alat berat.

Ketika perhatian jemaat gereja terahlihkan dengan massa yang demo, buldozer menyeruak ke lokasi dan menghantam habis tembok bangunan gereja. Pembongkaran bangunan tempat ibadah itu dimpimpin Kepala Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Dikdik Jasmedi Astra, Kamis (21/3).

Dikdik kepada wartawan mengakui, ia hanya melaksanakan perintah Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin untuk membongkar bangunan tempat ibadah itu dengan alasan belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Sebelumnya, Kamis (7/3), gereja ini telah disegel Pemkab Bekasi melalui aparaturnya Satpol PP.

Pendeta Gereja HKBP Setu, Torang Simanjuntak kepada SH mengaku prihatin atas sikap pemerintah yang tidak mangayomi rakyatnya. “Perizinan gereja ini dalam pengurusan sejak 2011. Bukan kami tidak mau mengurus izin, tetapi justru pemerintah sendiri yang mempersulit. Gereja HKBP Setu ini sudah berdiris sejak 1999 yang semula hanya bangunan bilik,” ujarnya.

Torang mengakui, pihaknya sudah berusaha melakukan kordinasi dengan Pemkab Bekasi. Namun, permintaan jemaat tersebut tidak dikabulkan dan tempat ibadah ini tetap saja dibongkar. “Inilah yang terjadi. Mestinya pemerintah melindungi rakyat terutama dalam menjalankan ibadah,” ungkapnya.

Para jemaat sempat mempertanyakan surat perintah pembongkaran sambil mengadang alat berat. Anggota Satpol PP pun tidak dapat menunjukkan surat pembongkaran.

Pendeta Resort Avden Leonard Nababan yang membawahi gereja HKBP Setu itu mengakui, pemerintah gagal melakukan perlindungan terhadap warganya dalam menjalankan ibadah.

“Mestinya pemerintah membantu warga dalam pemberian perizinan. Yang terjadi justru pembongkaran tempat ibadah dan dilakukan pemerintah,” ungkapnya.
Penutupan gereja HKBP Setu merupakan kasus kelima di Bekasi sejak lima tahun terakhir.

Pendeta Torang Simanjuntak menjelaskan, semula ada 85 warga setempat setuju dan membuat surat pernyataan serta tandatangan tidak keberatan atas pendirian gereja itu. Giliran panitia mengajukan perizinan kepada Kepala Desa Taman Sari, kepala desa melakukan verifikasi. Dari 85 yang setuju, hanya tersisa 12 orang yang setuju. Selebihnya, menarik dukungan mereka.
Panitia kembali meminta persetujuan warga setempat. Tahap kedua pengumpulan dukungan warga sebanyak 89 orang. Hasil verifikasi kepala desa, dari 89 orang yang tadinya setuju, berkurang menjadi 44 orang.

Untuk ketiga kalinya, panitia kembali memenuhi persyaratan dan mengumpulkan peresetujuan warga sebanyak 72 orang. Saat dilakukan pengajuan ketiga kalinya, kepala desa setempat menolak hingga terjadi demo beberapa kali dan akhirnya dibongkar.

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<