Minggu, 21 April 2013

Indonesia Kaya: “Namun Rakyatnya Sengsara”

Indonesia Kaya: “Namun Rakyatnya Sengsara
Oleh: Irvanuddin

 Irvanuddin 
Mahasiswa Universitas Al Washliyah (UNIVA) 
Medan, Sumatera Utara (SUMUT)

Indonesia merupakan sebuah negara kaya akan sumber daya alam, mempunyai posisi yang sangat strategis, dengan jumlah penduduk sangat menakjubkan yang menjadi potensi untuk kemajuan sebuah negara. Tapi kenyataannya negara ini dipenuhi oleh kemiskinan. Kemiskinan ekonomi rakyat, kemiskinan moral, kemiskinan penegakan hukum, kemiskinan etika politik.

Bila anda ditanya, Apa yang anda ketahui tentang Indonesia? Pastinya dengan spontan anda akan menjawab, Indonesia terkenal dengan kekayaan alam, kekayaan budaya & keanekaragamannya.

Negara Indonesia memang sangat terkenal akan kekayaan alam yang dimiliki, terdiri dari banyak pulau dan jutaan penduduk yang semestinya menjadikan modal yang baik bagi bangsa ini untuk menjadikan penduduknya damai dan sejahtera, tapi semua itu belum terjadi saat ini, penduduk Indonesia masih banyak yang hidup dibawah kesejahteraan, bahkan bisa dikatakan masih sangat memperihatinkan. Bangsa yang kita cintai ini semakin hari, semakin terus dijajah oleh negara-negara lain. Karena negara-negara lain sangat mengerti dengan keadaan ekonomi global yang berkembang dengan begitu pesatnya.

Namun yang kita sayangkan adalah banyaknya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan semena  mena memanfaatkan kekayaan Indonesia dengan ke-egois-annya sendiri. Faktor inilah yang mangkibatkan kemiskinan meraja lela di Negara Indonesia yang kita cintai ini, bahkan pengangguran bertaburan dimana-mana. Padahal kalau dibilang Indonesia yang kaya akan segala hal bisa menambah peluang kerja dan segala macam aspek usaha yang bisa dikerjakan. Memang pada dasarnya mungkin orang Indonesia yang “malas” untuk mengembangkannya.

Dari pengertian yang kita dapat tentang Indonesia. Maka seharusnya ada perhatian yang lebih untuk Indonesia selanjutnya, seperti menanamkan kejujuran pada masing – masing pribadi, menjauhi dari tindakan korupsi, mempunyai pola pikir yang positif, serta logika yang sehat.

Memang menjadikan sebuah negara menjadi satu kesatuan yang solid yang memiliki stabilitas nasional yang bagus dengan proses kesadaran rakyat dan pemerintah tidak semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi tidak sesulit menguras air di lautan. Hal itu membutuhkan kerja sama antara individu yang saling bersinergi serta menghasilkan power untuk membangun sebuah negara dari seluruh aspek kehidupan. Karena hakekat utama manusia adalah Zoon Politicon yang tidak bisa hidup sendiri sekaligus membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari hal ini lahirlah interaksi-interaksi sosial antara manusia dengan yang lain di segala dimensi kehidupannya. Sehinga, mereka membutuhkan seorang pemimpin yang adil dan memiliki integritas untuk mengatur interaksi tersebut, dengan negara sebagai wadahnya, dan undang-undang sebagai pagarnya.

Jika negeri Indonesia ini kita umpamakan sebagai sebuah kapal, maka pemimpin Negara “Presiden” adalah nahkodanya dan undang-undang adalah aturan dalam kapal tersebut. Sang nahkodalah yang menentukan kemana arah kapal akan berlayar. Begitu juga pemimpin yang paling berkuasa menetukan jalannya pemerintahan dalam suatu negara.

Untuk itu, mari kita satukan visi dan misi kita. Bagi generasi muda, mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja untuk mengembalikan Indonesia menjadi Negara yang bermartabat dan diperhitungkan di mata dunia “Internasional”, walaupun usaha yang kita tempuh tidaklah mudah.

Bersatu Kita Teguh Becerai Kita Runtuh

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<