Minggu, 28 April 2013

MENGUNDI NASIB PRIBADI DAN MENCOBA PERUNTUNGAN MELALUI JALAN PEMILU 2014

**

Seri 1

Note:
MENGUNDI NASIB PRIBADI DAN MENCOBA PERUNTUNGAN MELALUI JALAN PEMILU 2014

By: Haris Rusly (Petisi 28)

Mengundi nasib dan mencoba peruntungan melalui jalan Pemilu 2014. Bukan nasib bangsa dan peruntungan untuk rakyat yg dipertaruhkan. Tapi, nasib dan peruntungan untuk pribadi dan keluarga. "...mugi-mugi nasib kita bisa berubah ya, karena beruntung terpilih jadi anggota DPR, punya kedudukan, bisa jadi orang kaya, beli rumah baru, koleksi mobil mewah, bisa jalan-jalan ke luar negeri, dan tentu bisa nambah koleksi istri atau selingkuhan..."

Bahasa premannya: "gantian dong, masa lu lu aja yg ngerampok dan menipu, kami juga punya hak untuk hidup mewah dari hasil merampok uang negara dan menipu rakyat".

Maaf....Kira-kira mungkin seperti itu isi kepala 90% bakal Calon Anggota Legislatif DPR yg telah didaftarkan ke KPU. Aku dapat memastikan isi kepala para calon anggota legislatif seperti demikian, karena:

Pertama, sistem Pemilu yg berlaku saat ini, tidak menempatkan pertarungan antar satu kekuatan kolektif Parpol dengan kekuatan politik yg lain dalam memenangkan gagasan perubahan. Sistem suara terbanyak membawa pertarungan politik antar individu Caleg yg satu dengan individu yg lain. Bahkan, dalam satu Parpol bisa terjadi saling bunuh antar Caleg untuk bisa jadi anggota DPR.

"Padahal syarat perubahan itu letaknya pada perjuangan kolektif. Hanya persatuan yg dapat memenangkan sebuah cita-cita sosial".

Kedua, hambatan oligarki ketua umum Parpol dan keluarga besar-nya, yg sebagian besar tak punya visi perubahan, selain terlibat dalam sejumlah kejahatan korupsi dan perampokan SDA. Para aktivis yg mencoba melakukan perubahan di dalam parlemen tersebut pasti akan berhadapan dengan para Politisi eyang-eyang yg masih bercokol sebagai Ketua Umum, yg tak mungkin bisa memimpin perubahan lantaran tak punya visi dan disandera oleh sejumlah kasus korupsi yg melibatkan dirinya.

PEMILU 2014 ADALAH PEMILU TER-HAMBAR SEPANJANG ERA REFORMASI.

Lanjut besok...

**

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<