Kamis, 18 April 2013

News - SBY urus Partai Demokrat gunakan fasilitas negara

LENSAINDONESIA.COM: Konferensi pers yang digelar mendadak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait batalnya Yenny Wahid masuk ke Partai Demokrat, di Istana Negara, Rabu (17/04/2013) tadi malam, mendapat kecaman sejumlah pihak. SBY dinilai tak tahu kapan menempatkan diri sebagai presiden dan ketua umum partai.

Dengan menggunakan sejumlah peralatan sound dan lainnya, jelas SBY menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partai. Dan itu seharusnya tidak boleh terjadi.

Sikap SBY itu menurut pengamat hukum tata negara, Margarito, jelas menunjukkan kalau SBY menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan mengurus partai.

Istana adalah milik negara, dan seharusnya digunakan juga untuk kepentingan negara, seperti mengurus kepentingan rakyat banyak atau kegiatan kenegaraan lainnya. Namun, tadi malam, SBY memberi contoh buruk, yakni menggunakan fasilitas istana untuk kepentingan partainya sendiri.
“Dari kejadian semalam, makin membuktikan kalau SBY sulit membedakan kapan dia sebagai presiden atau sebagai ketua umum. Ini sangat tidak bagus, karena jelas ada penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi SBY selaku ketua umum partai,” tegas Margarito, Kamis (18/04/2013).

Etiknya, lanjut Maragito, untuk kepentingan urusan partai, SBY bisa menggunakan rumah pribadinya di Cikeas Bogor, seperti yang selama ini selalu dilakukannya.
“Kok kali ini malah pakai Istana Negara,” pungkasnya.@endang

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<