Kamis, 18 April 2013

News Video - Orangtua tak Mampu Beli Makanan, Seorang Balita Makan Tanah

Astagfirullah.....

DI SAAT PRESIDEN SBY SIBUK NGE-TWIT, SAMBIL MENG-UPLOAD PHOTO BERSAMA KELUARGANYA DI ISTANA, DENGAN MENGENAKAN BAJU SUTRA YG MEWAH, SAMBIL MAKAN PULUHAN LAUK BERGIZI BERSENDOKKAN PERAK BERKILAU.
DI SAAT SELURUH POLITIS SALING GESEK DAN SALING SUNDUL MEMPEREBUTKAN MASUK DALAM DAFTAR CALEG.

ADA 1 ORANG ANAK DI BABEL, DAN 2 ORANG BALITA DI PARIAMAN, YG KARENA KEMISKINAN, MEMAKAN TANAH LIAT SELAMA 6 BULAN....YA ALLAH...YA TUHAN..!!

Astagfirullah, dimana kalian wahai amirul mukminin, para pemimpin negara dan kemana kalian para alim ulama, para rohaniawan, pemuda, mahasiswa, kaum terdidik dan saudagar? Masihkah saja berdiam diri ?

Ditahun 2013, disaat Presiden SBY rajin update status Twitter dan upload foto bersama keluarganya di Istana sambil makan puluhan ragam lauk bergizi bersendokkan perak berkilau.

Nun jauh di pelosok negeri ada warganya yang sudah lama didera kemiskinan yang akut, 2 orang balita di Pariaman dan 1 anak di Babel terpaksa sampai harus makan tanah agar tetap hidup.

Saya membayangkan, sambil menyuapi si ibu berkata kepada anaknya, "Makanlah nak, ini adalah tanah kita yang subur dan kaya raya."

DI MANA KALIAN MAHASISWA DAN PEMUDA? MASIHKAN KITA PUNYA PERASAAN? SEMOGA PERASAAN KITA MASIH TERSENTUH MENYAKSIKAN PENDERITAAN YG BEGITU TRAGIS DI ALAMI RAKYAT KITA. 

YA ALLAH, TUHAN YG MAHA KUASA, SATUKAN HATI DAN PIKIRAN PARA PEMUDA DAN MAHASISWA, BERSIHKANLAH HATI DAN JIWA NYA DARI SIFAT SALING CURIGA ANTAR SESAMA. KUBURKAN EGOISME PEMUDA DAN MAHASISWA. 

BANGKIT, BERSATU DAN BERGERAKLAH PEMUDA DAN MAHASISWA!!

---------------------------------------------------------------------------------------

Orangtua tak Mampu Beli Makanan, 
Seorang Balita Makan Tanah
Kamis, 18 April 2013 | 13:21 WIB


Metrotvnews.com, Pangkalpinang: Seorang bocah berusia empat tahun menjalani perawatan di rumah sakit lantaran ia memakan tanah selama enam bulan. Mawardanu terpaksa melakukan itu lantaran orangtuanya miskin dan tak mampu membeli makanan.

Saat di bawa ke Rumah Sakit Umum Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung, warga Desa Tanjung Gunung itu kritis dan tak sadarkan diri. Kini, balita itu hanya terbaring lemah dengan selang infus dipasang di lengannya.

Herni, orangtua Mawardanu, mengaku anaknya mengalami panas tinggi. Anak bungsu dari empat bersaudara itupun menderita busung lapar. Herni mengaku tak tahu bahwa anaknya kerap memakan tanah dalam beberapa bulan terakhir.

Herni pasrah melihat kondisi sang anak. Ia mengaku tak bisa berbuat banyak. Sebab kondisi keuangan keluarga sedang sulit. Ia hanya bisa berharap bantuan pemerintah dan dermawan untuk kesembuhan anaknya. Sementara itu, pemerintah setempat belum memberikan bantuan apapun untuk Mawardanu.

Editor: Laela Badriyah

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<