Minggu, 28 April 2013

USTADZ JEFFRY DAN KERINDUAN RAKYAT AKAN FIGUR TELADAN

Note:
USTADZ JEFFRY DAN KERINDUAN RAKYAT AKAN FIGUR TELADAN

By: Haris Rusly (Petisi 28)

Kata sahabat aku Danial Navis, "luar biasa, wafatnya seorang Presiden saja belum tentu disambut kesedihan seperti ini. Uje bukan pejabat negara, bukan seorang ulama besar, bukan kiyai pemimpin pesantren, bukan seorang profesor. Uje juga bukan pemimpin Ormas agama".

Setiap orang bisa hidup dengan keindahan kemewahan seperti kehidupannya para pejabat negara saat ini. Namun tidak setiap orang dapat wafat seindah wafatnya Ustadz Uje.

Wafatnya Utadz Uje disambut kesedihan masal oleh warga. Begitu banyak warga (kata Kompas, puluhan ribu) berbondong-bondong datang ke Masjid Itiqlal untuk turut men-shalatkan dan mengantarkan Uje ke kuburan.

Aku sendiri cukup terhentak atas antusias spontan warga yg begitu besar terhadap ustadz Uje, dengan liputan media yg sangat luas.

Aku cukup terharu mendengar pernyataan spontan seorang Ibu dalam wawancara dengan sebuah media elektronik, katanya "iya, kami sangat sedih dan kehilangan, ustadz Uje adalah generasi muda yg harus diteladani generasi muda, saya harap generasi muda teladani tuh ustadz Uje"".

Peristiwa antusiasnya rakyat atas wafatnya Ustadz Uje bagi saya adalah sebuah peristiwa sosial dan politik. Aku melihat, ada kerinduan yg terpendam di benak rakyat yg siap meledak. Kerinduan atas muncul-nya sosok orang-orang muda yg berkorban untuk memberikan teladan bagi rakyat.

Ternyata yg dirindukan rakyat bukan sosok Eyang-eyang (dari Eyang Subur hingga Eyang-eyang Ketua Umum Parpol dan bakal Capres), yg tak mungkin lagi bisa menjadi teladan. Kehidupan pribadi mereka terlalu mewah, mereka juga terlibat sejumlah kejahatan korupsi dan manipulasi.

"Eyang-eyang politisi tersebut katanya mau menyelesaikan masalah, tapi dengan masalah baru. Mereka menyelesaikan masalah bangsa dengan membeli suara rakyat untuk bisa menang pemilu".

DALAM RATAPAN KEMISKINAN YG TERPENDAM, RAKYAT KITA MERINDUKAN HADIRNYA PEMUDA-PEMUDA YG JADI TELADAN MORAL.

**

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<