Kamis, 02 Mei 2013

AKSI Hari Pendidikan di Sulawesi Selatan

Mari kita perhatikan bersama

"Terlepas siapapun dia yang menjadi korban kekerasan polisi dia adalah sahabat kita dalam satu darah dalam satu harapan Semangat juang Mahasiswa untuk bangsa, lalu sudah tertangkap dan digiring dalam pasukan terjadi pengeroyokan dan kekerasan." Ingat sahabat Mahasiswa Indonesia bila kita berfikir demonstrasi adalh jln akhir maka itu akan terjadi dengan kita maka hentikan tingkah laku polisi dengan jalan SOLIDARITAS

Ingat Mahasiswa Makassar adalah Mahasiswa Indonesia yang juga telah membela hak orang tua kita yg jawa, kita yg sumatra, kita yang kalimantan dan kita yang berpijak dan berdiam di 33 propinsi, 495 kab/kota atas nama Indonesia.

bila hari ini kita diam, maka jgn salahkan waktu akan berdiambila kita menjadi korban dari kekerasan polisi.

Salam Solidaritas
Kaur ka kakha


CABUT UU SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 - Wujudkan Pendidikan Gratis untuk Anak Indonesia
Mimbar Bebas di Hardiknas - Massa dari kelompok buruh menggunakan kostum toga sarjana dan menuntut pencabutan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003.Sekitar seratus orang dari kelompok mahasiswa dan kaum buruh merayakan Hari Pendidikan Nasional, yang jatuh pada hari ini, Kamis (2/5/2013). Mereka menggelar mimbar bebas di bawah kolong fly over Urip Sumoharjo dan pintu masuk jalan Toll Reformasi, Makassar.

KETIKA PEMERINTAH MENINDAS 
 DENGAN SEGALA CARA 
MAKA KAMIPUN MELAWAN DENGAN SEGALA CARA

# Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Sulsel Bentrok #

# Polisi Masih Berjaga di Kantor Gubernur Sulsel #


Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Sulsel Bentrok
Kamis, 02 Mei 2013 | 17:09 WIB

Metrotvnews.com, Makassar: Unjuk rasa mahasiswa terkait Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, Sulsel, Kamis (2/5), berakhir bentrok dengan aparat kepolisian.

Bentrokan ini bermula ketika mahasiswa mencoba memaksa masuk ke kantor Gubernur Sulsel. Namun aksi ini dihalau oleh aparat yang berjaga.

Dalam bentrokan ini, mahasiswa mempersenjatai dengan batu, kayu, dan bom molotov. Polisi pun membalasnya dengan tembakan gas air mata dan lemparan batu.

Sebanyak enam mahasiswa berhasil diamakan. Namun satu di antaranya, yang merupakan mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dilepaskan, setelah pihak kampus bernegosiasi dengan pihak kepolisian.

Dalam bentrokan ini, seorang mahasiswa sempat dijadikan bulan-bulanan puluhan aparat kepolisian.

Pantauan Metro TV, saat ini situasi di lokasi sudah kondusif. Namun aparat kepolisian masih berjaga di dalam kantor Gubernur Sulsel.

Awalnya, mahasiswa ingin menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Gubernur Sulsel terkait Hardiknas. Di antaranya mereka menuntut Mendikbud dicopot dari jabatanya, meminta Diknas terkait memperhatikan daerah ini, dan sebagainya.

Editor: Andrie Yudhistira


Kamis, 02 Mei 2013 18:07 WIB

Unjuk Rasa Peringati Hardiknas Berakhir Bentrok 

Seorang pengunjukrasa menjadi bulan-bulanan sejumlah polisi saat terjadi bentrok antara mahasiswa dan polisi di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (2/5). Aksi mahasiswa Universitas 45 Makassar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tersebut berakhir bentrok, enam mahasiswa ditangkap serta puluhan luka-luka. ANTARA/Yusran Uccang/wt

===============================================

Polisi Masih Berjaga di Kantor Gubernur Sulsel
Kamis, 02 Mei 2013 | 18:37 WIB

Metrotvnews.com, Makassar: Situasi di kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, terlihat mulai tenang, Kamis (2/5) malam. Tapi, sejumlah polisi tetap berjaga di sana untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bentrok susulan.

Siang tadi, pecah bentrokan antara mahasiswa dan polisi di depan kantor Gubernur Sulses. Bentrokan bermula ketika mahasiswa mencoba memaksa masuk ke kantor gubernur.

Dalam bentrokan ini, mahasiswa mempersenjatai dengan batu, kayu, dan bom molotov. Polisi pun membalasnya dengan tembakan gas air mata dan lemparan batu.

Enam mahasiswa ditangkap. Belakangan satu di antaranya, mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), dilepaskan setelah pihak kampus bernegosiasi dengan pihak kepolisian.

Editor: Andrie Yudhistira


1 komentar:

  1. bagus infonya, kunjungi juga http://www.dokterjalanan.id/2016/05/luka-hardiknas.html

    BalasHapus

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<