Kamis, 23 Mei 2013

Editorial Media Indonesia: Century setelah Pemeriksaan Sri Mulyani

Editorial Media Indonesia: 
Century setelah Pemeriksaan Sri Mulyani
Dipublikasikan pada Kamis, 23-Mei-2013

Description:

WAKTU tiga tahun ternyata tak cukup bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan skandal Bank Century. Meski sudah memeriksa ratusan orang, termasuk saksi-saksi kunci, KPK tetap bagai terombang-ambing.

Yang maju dari pemeriksaan itu hanyalah KPK menetapkan dua mantan pejabat Bank Indonesia (BI) sebagai tersangka skandal pemberian dana talangan Rp6,7 triliun ke Bank Century. Mereka ialah Budi Mulya dan Siti Fajriyah, meski kemudian diralat hanya Budi menjadi tersangka.

Dua saksi kunci skandal Century, yakni Gubernur BI kala itu Boediono, kini wakil presiden, dan Sri Mulyani, kini Direktur Eksekutif Bank Dunia dan menetap di Washington, Amerika, pun pernah diperiksa KPK.

Kini KPK merasa perlu memeriksa lagi Sri Mulyani. Awal Mei, KPK memeriksa Sri Mulyani di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington. Di tempat yang sama KPK juga memeriksa mantan Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso.

KPK mengaku memperoleh informasi baru terkait dengan bailout Century setelah memeriksa Sri Mulyani dan Wimboh Santoso. Kita berharap informasi baru itu memang penting untuk mengungkapkan tuntas skandal yang diduga melibatkan tokoh-tokoh di pusat kekuasaan itu.
Publik sudah lama menanti ujung kasus Century agar tidak diwariskan kepada pemerintahan baru. Kita harus mengakhiri kebiasaan mewariskan perkara yang diduga melibatkan tokoh rezim berkuasa kepada rezim berikutnya.

Setelah memeriksa ratusan saksi, publik kini bertanya-tanya apakah informasi yang didapat KPK tidak cukup bernas untuk membuka perkara Century? Informasi seperti apa lagi yang diperlukan KPK agar bisa menjerat tokoh lain dalam kasus yang merugikan negara Rp6,7 triliun itu?
Kita ingin yakin bahwa informasi baru yang diperoleh KPK dari Sri Mulyani sungguh akan memperjelas sengkarut Century. Jangan sampai keterangan Sri Mulyani itu diendapkan lagi sehingga malah kembali membenamkan lebih dalam kasus Century.

Namun, pengalaman sejak DPR mengeluarkan rekomendasi Century pada Maret 2010 membuat publik pesimistis Century segera beres. Pemeriksaan saksi-saksi dianggap hanya ritual sebagai pertanda bahwa KPK masih peduli pada kasus itu.

Di mata publik, perkara Century sebenarnya sudah jelas. Keterangan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bisa menjadi kunci utama. Kalla terang-terangan mengatakan pemberian dana talangan untuk Century diputuskan melalui operasi senyap. Apalagi, Sri Mulyani pun merasa dibohongi Bank Indonesia bahwa Century berdampak sistemis.

Keterangan Kalla ditambah Sri Mulyani serta ratusan saksi lain mestinya sudah cukup bagi KPK untuk menetapkan siapa saja yang laik menjadi tersangka kasus Century. Tidak hanya berhenti pada Budi Mulya.

Publik tahu bahwa pengambilan keputusan di Bank Indonesia melalui rapat Dewan Gubernur BI yang dipimpin Gubernur BI. Artinya beban keputusan yang diduga berakibat menyesatkan tidak boleh hanya dipikul Budi Mulya seorang diri. Dewan Gubernur BI seharusnya menanggung bersama.
Publik ingin melihat dalam waktu dekat ada langkah komprehensif dari KPK setelah mendapat banyak informasi baru dari Sri Mulyani.

 =========================================

Sumber  Komentar: 


  • Jaka Singha Vikrama Vardhana · · Top Commenter · Daerah Khusus Ibukota Jakarta
    Belumlah cukup kiranya setelah sekian lamanya negeri disuguhi serbaneka tontonan SULAP MENYULAP KORUPSI, KETIDAK BECUSAN, KETIDAK ADILAN, dan RENDAHNYA AKHLAK, yang....yang semuanya itu telah cukup mengeringkan rasa kepercayaan yang ada pada segenap kekuasaan baik itu di lembaga pemerintahan, perwakilan, dan peradilan.

    Pun pula ketika KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA masih jauh, dan lama entah kapan datangnya... pemerintahan ini, dan perwakilan kita ini yang kemuliaannya begitu berkilau-kilau, dan terhormat hingga langit ke tujuh itu, hendak...hendak memberi Kado Yang Luar Biasa Istimewanya bagi segenap rakyat Indonesia tepat pada HARI PANCASILA.

    Serta pula sekaligus...sekaligus bertekad bulat memancangkan nalar, nurani, beserta segenap daya upaya yang ada untuk memberi sentuhan akhir bagi karya agung mereka...PENDERITAAN BAGI IBU PERTIWI TERCINTA.

    Kepada Kawan-kawan
    Seiring Seperjuangan
    Asah diri rapatkan barisan.

  • Abdul Rivai Harahap · UPN Veteran Yogyakarta
    KPK yg sekarang tak akan mampu membongkar kasus Century.. Alasannya 3 hal : 1. Uang itu sebagian terlanjur dimanfaatkan oleh mereka2 untuk membangun kemegahan hidup, sehingga kalau berani buka mulut berani terpuruk miskin dan malu. 2. Daftar transfer masing2 Rp. 2M (batas jaminan yg dirubah sebelumnya hanya Rp. 100 juta) ke 3000an rekening pasti sudah lenyap karena Bank Century buru2 diganti nama. 3. Para Penyidik KPK itu tunduk kepada Pimpinan Tertingginya yang diangkat dan diberhentikan oleh orang yg diuntungkan dengan kasus Century.

  • Haerudin Tea · Top Commenter · Kota Bandung
    Kasus century tidak akan terkuak selama ada kekuasaan yang melindunginya.

  • Emang Emge · · Kota Bandung
    jangan harap century bisa dibongkar, sebab kata susilo bambang yudhoyono yang ketum demokrat, tak ada hal2 yang melanggar aturan jadi mau diapakan lagi dicari sampai ke liang lahat pun tak akan terbukti, begitu katanya... namun, mudah2an pemerintahan yg akan datang dgn KPK-nya yang hebat serta aparat penegak hukumnya yang amanah yg diikat oleh keyakinan kepada Tuhan yg kuat, dapat membuktikan bahwa century itu bermasalah, dan sumber masalahnya bisa ditanyakan kepada ruhut sipoel itu yang mungkin sudah hengkang dari demokrat!

  • Maloky Dolhalewan Wolantery · Works at Wiraswasta Mandiri
    KPK sekarang adalah KOMISI PELINDUNG KEKUASAAN.
    jika Penguasa meng-anggap bahwa publik sedang tidur, kasus CENTURY akan didiamkan pula.., kalau publik sedang getol2 bersuara, ya pengalihan opini publik..,
    semoga Tuhan Allah berperkara dengan penguasa yang tidak tahu diri..

  • Nandang Solehudin · · Top Commenter · Works at SMPN 1 CIKEMBAR · 205 subscribers
    Century hanyalah duri yang selamanya akan terasa nyeri bagi anak-anak negeri yang periferi. Kapan terungkap koruptor kelas kakap? Lagi-lagi hanya harapan dan harapan yang tidak kesampaian.

  • Seca Frontera · · Top Commenter · Works at BUMN
    STANDAR GANDA...

  • Garut Bertasbih · ASTI-STSI Negeri Bandung
    saya yakin seyakin-yakinnya bahwa kejahatan akan hancur dan kebaikan akan muncul dengan sendirinya, sehebat dan sekuat Kekuasan manusia terbatas dengan waktu. untuk menegakan keadilan dan kebenaran perlu waktu dan istiqomah, lihat sejarah perjalanan manusia. bersabarlah seraya berdoa, dan istiqomah dalam berjuang menegakkan keadilan dimuka bumi tercinta, saya yakin KPK tulus dalam menegakan dan membongkar kasus KPK. berbagai pertimbangan antara lain walaupun Ibu Sri Mulyani orang Indonesia, tapi kini Ibu Sri Mulyani milik Dunia bukan hanya Indonesia saja. jadi sabar, sabar sabar insyaallah kasus ini akan segera terbongkar dalam waktu dekat, dan untuk itu pula maria kita tetap berdo'a kepada Allah SWT, Yang Maha Kuat, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui serta Maha Teliti.

  • Rakean Agung · Top Commenter · University of Krisnadwipayana Jakarta
    Skandal Bailout Bank Century, tarik menarik antara Kepentingan Hukum dan Kepentingan Politik! Barangkali KPK, itulah sebabnya mengapa sampai sekian lama kasus ini Jalan Ditempat dan Terkesan Setengah Hati, pula.Antara gampang dan sulit diterka.Tapi, jika kita masih Percaya kepada Kebenaran dan Hukum, serta akan ada Perubahan Signifikan bagi Kehidupan Bangsa dan Negara, serta sadar akan hak2 rakyatnya, termasuk Kesejahteraan dan Kedaulatan Rakyat, sebagai dasar dari Negara Demokrasi.Suatu saat nantii, kan terkuak pula cepat atau lambat, siapapun kelak yang jadi nomor satu di Republik ini, Negarawan atau apapun namanya yang sadar akan pentingnya Penegakan Hukum dalam suatu negara yang demokratis, apalagi Ber Pancasila dan Ber kontitusi, UUD'45 juga.Maka Krisis Kepemimpinan, Krisis Keteladanan dan Krisis Kepercayaan ini perlahan ta...See More

  • Barri Zen · Top Commenter · Ham Radio
    jangan berprasangka terhadap KPK, kita ketahui KPK AKAN SANGAT BER-HATI2, walau sejuta ada saksi2 tdk akan mendukung kalau kebijaksanaan dipolitisasi, saya yakin memang ada garong2 yg mengambil kesempatan, jangan dipaksakan orang2 yg jujur dihukum, gantung garong2-nya tapi kasihan dong, kebijakan untuk menyelamatkan NEGARA menjaditanggung jawabnya, saya justru sangat yakin yg mulutnya besar di DPR justru banyak yg menjadi garong dan rampok, tanya saja hati kecilmu........siapa garong. siapa korban, memangnya BANK DUNIA itu goblok mempercayai GARONG masuk dalam srang uang DUNIA!

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<