Minggu, 26 Mei 2013

Haruskah UN di tiadakan atau di hapuskan...????

Dipublikasikan pada 25 Mei 2013 : Seorang siswa SMA di Tangerang, Banten melompat ke kali Cisadane untuk bunuh diri. Ia diduga melakukan hal tersebut dikarenakan tertekan tidak lulus dalam ujian nasional.

Haruskah UN (Ujian Nasional) di tiadakan atau di hapuskan...????

Kecewa Tak Lulus UN, Gadis Nekat Lompat ke Kali Cisadane

HENTIKAN UJIAN NASIONAL (UN) 2014 MENDATANG.

Jumat, 24 Mei 2013 adalah hari pengumuman hasil UN SMA/MA/SMK sederajat se-Indonesia. Hasil UN tersebut tentu sangat ditunggu-tunggu. Maklum, hasil UN tersebut 'pertaruhan hidup dan mati' mereka selama 3 tahun menuntut ilmu.

Hasil rekapitulasi Kemendikbud, dari 1.581.286 peserta UN, hanya 8.250 atau 0,52% diantaranya tidak lulus sedangkan 99,48% lulus UN.

Tapi, jika kita bertanya ke hati kecil kita, apakah angka kelulusan 99,48% adalah sebuah prestasi dan keberhasilan pemerintah dalam memajukan pendidikan?. Apakah itu artinya bahwa UN seperti saat ini layak dipertahankan, sekalipun banyak persoalan yang tidak sepele bahkan fatal?.

Tentu, hati kecil kita menangis ketika pasca pengumuman hasil UN tersebut kita menyaksikan berita terjadinya bunuh diri pelajar yang diduga disebabkan tidak lulusnya yang bersangkutan dalam UN. Mungkin kita dengan mudah menyatakan, betapa dangkalnya pemikiran pelajar yang melakukan bunuh diri tersebut atau dengan sombong kita menyatakan bunuh diri tersebut hanya dilakukan 1 atau 2 pelajar saja.

Bagi saya bukan itu persoalannya. Tapi, yang menjadi persoalan dan pertanyaan adalah kenapa bisa sampai terjadi tindakan bunuh diri tersebut?. Apa yang menyebabkan tindakan bunuh diri itu menjadi pilihan?. Apakah kita tidak menganggap ini sebuah persoalan besar?. Apakah di negara-negara maju terdapat kasus bunuh diri palajar hanya karena tidak lulus dalam ujian?. Kalau tidak ada, kita harus cari tahu sistem seperti apa yang mereka gunakan untuk memajukan mutu pendidikannya.

Tentu kita sepakat bahwa mutu pendidikan kita harus ditingkatkan, bukan hanya mengejar soal nilai semata. Tapi, substansi pendidikan itu sendiri harus menjadi tujuan kita bersama sesuai amanat pembukaan UUD 1945. Apa artinya angka kelulusan UN 99,48% tapi faktanya terjadi kasus bunuh diri pelajar yang diduga disebabkan karena tidak lulus UN?.

***

WENRY ANSHORY PUTRA
Presidium Nasional Dewan Mahasiswa (DEMA) Indonesia 2013-2014.

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<