Sabtu, 04 Mei 2013

Kronologi Insiden Pandang Raya Versi Mahasiswa Makassar

Ketika disebar foto ini ke publik, tidak sedikit orang yang merasa ngeri, jijik, marah, Prihatin dan takut, namun bukan itu tujuan isi foto ini disebar luaskan, bukan untuk membangun kebencian kepada lembaga kepolisian, bukan pula membangun kemarahan kolektif, namun dengan foto ini besar harapan kita lembaga kepolisian dapat membenahi diri, tegas kepada yg melanggar, serta kembali kepada cita-cita menjadi pengayom&pelindung masyarakat. Mahasiswa Makassar 3 Mei 2013. #Hardiknas ( Yudi Bangkit Revolusi )
 
Sahabat kita yang menjadi korban brutalitas dan aparat polisi merupakan mahasiswa UNHAS Fak. Ekonomi. UNHAS


--------------------------------------------------------------------------
Untuk di ketahui oleh para sahabat,
Bahwa sahabat kita atas nama semangat juang Mahasiswa kembali mengalami tindakan kekerasan dan brutalitas aparat polisi dalam aksi hardiknas 2 mei 2013 di makassar.

Diamkah kita melihat ini,
Matikah hati kita.......
Hanya solidaritas yg menjadi kekuatan kita bersama

Gelorakan Solidaritas


 ------------------------------------------------------------------------

 Ini adalah kawan kita Fadly yang babak belur dianiaya polisi.

Kirimkan pesan kecaman terkait penangkapan 8 (delapan) mahasiswa dan tindakan brutal polisi di Makassar kepada Kapolda Sulsel Mudji Waluyo (08114475577), Kapolrestabes Makassar Josef Wisnu Sandjaya (08127542288).

Biarkan mereka tahu bahwa kita tidak bisa diperlakukan begitu saja! Biarkan mereka tahu bahwa kita banyak dan akan terus mengintai mereka!

TOLAK KENAIKAN BBM !
LAWAN BRUTALISME POLISI !
BEBASKAN KAWAN KAMI !

( http://facebook.com/koran.serum )
---------------------------------------------------------------------------- 

Salam Sumpah Solidaritas!!!
KAUR KA KA KHA,KAUR KA KA KHA,KAUR KA KA KAH!!! 
HENTIKAN AROGANSI DAN KEKERASAN POLISI ATAS NAMA APAPUN JUGA!!!
TOLAK KEKEBALAN HUKUM POLISI!!!
SIPILKAN DAN ADILI POLISI PELAKU TINDAK KEKERASAN TERHADAP RAKYAT!!!
POLRI HARUS BERADA DIBAWAH MENDAGRI!!!

Kronologi Insiden Pandang Raya Versi Mahasiswa Makassar

Jumat, 03/05/2013 20:01 wita 
Editor: Muhtar Muis


CELEBESONLINE (Makassar): Sembilan mahasiswa yang ikut berunjuk rasa di Jl Pandang Raya pada Kamis (02/05/2013) kemarin masih ditahan di Kantor Polrestabes Makassar. Sampai sekarang upaya untuk membebaskan mereka masih terhalang. Polisi belum memberikan izin kepada kelompok mahasiswa untuk menemui mereka. Sembilan mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Fakultas Sastra Unhas, dan STMIK Dipanegara.

Polisi menahan mereka setelah unjuk rasa mereka di Jl Pandang Raya dan depan Hotel Swiss-Belinn berakhir dengan kericuhan. Satu motor polisi dibakar pengunjuk rasa. Sempat terjadi saling serang antara mahasiswa dan polisi.

Pada aksi unjuk rasa di depan pintu satu Kampus Unhas, Tamalanrea, Jumat (03/05/2013), mahasiswa membagikan selebaran yang berisi kronologis sehingga terjadi penahanan sembilan mahasiswa. Berikut narasi kronologi versi mahasiswa.

“Aksi dimulai pukul 13.00. Para demonstran menutup jalan di depan Hotel Swiss-Belinn sambil membakar ban dan berorasi. Beberapa menit kemudian, ada taxi yang ngotot untuk lewat dan melindas kaki salah seorang peserta aksi, sebagai reaksi terhadap kejadian tersebut massa aksi memukul kaca mobil, namun itu tidak berlangsung lama dan tidak ada korban. Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 14.00, polisi datang dan langsung menerobos pembatas dan menangkapi 4 orang. Akibat penangkapan 4 orang peserta aksi, membuat teman-teman yang lain emosi dan melakukan aksi solidaritasdi depan Hotel Swiss-Belinn pada pukul 15.30. Pada pukul 17.00 polisi datang berusaha menangkapi peserta aksi solidaritas tadi . Secara membabi buta memukul dengan menggunakan batu, balok dan menendang kepala sampai berlumuran darah, peserta aksi lainnya yang didapati dalam rumah warga, dilempar dan ditusuk dengan bambu, senjata, diseret, dan menjadi bulan-bulanan para polisi dan preman. Hasilnya 5 orang ditangkap oleh polisi dengan muka penuh darah dan lebab. Tindakan yang sangat jauh dari kata manusiawi.”


=============================================
KRONOLOGI KEJADIAN REPRESI DAN BRUTALITAS POLISI DALAM AKSI 2 MEI 2013, MAKASSAR

---harap disebarluaskan--

Pada hari Kamis (2/5) sekitar pukul 13:00 WITA, sekitar 30 orang mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di persimpangan Hotel Swiss Bell Inn dan Mall Panakukang. Demonstrasi ini mengusung beberapa poin yakni penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), sebagai aksi solidaritas terhadap kekerasan akademik di Fakultas Sastra Unhas, dan penculikan 6 (enam) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar oleh polisi. Aksi di kawasan padat lalu lintas ini menyebabkan kemacetan di siang hari sekitar pukul 14:00 WITA.

Secara tiba-tiba sebuah taksi mencoba menerobos massa aksi dan menginjak kaki salah seorang mahasiswi yang merupakan bagian dari aksi demonstrasi. Secara refleks karena marah rekannya diperlakukan seperti itu, beberapa demonstran menendangi taksi tersebut. Polisi yang ada di lokasi menjadikan kejadian itu sebagai alasan untuk membubarkan aksi yang telah mengganggu dan melumpuhkan aktifitas ekonomi di pusat bisnis di kawasan Panakukang, Makassar tersebut.

Polisi lalu melakukan pembubaran secara represif kepada peserta aksi demonstrasi. Dalam kejadian tersebut 4 (empat) mahasiswi yang merupakan bagian dari demonstrasi ditangkap.

Mengetahui empat orang mahasiswi ditangkap, warga sekitar lokasi aksi demonstrasi serta mahasiswa marah dan memblokade jalan utama Pandang Raya. Setelah itu mereka kembali menuju titik aksi. Massa yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut kemudian membakar ban serta memblokade jalur utama menuju pusat belanja Careefour. Blokade tersebut bertujuan untuk menekan kepolisian agar membebaskan empat mahasiswi yang ditangkap.

Pukul 16:15 seorang personil Polantas melakukan tindakan provokatif dengan memaksa menerobos blokade massa. Amarah demonstran pun tersulut dengan memukuli Polantas tersebut lalu membakar motor yang digunakan polisi itu.

Pukul 16.30, personil Polantas yang tadi ngotot menerobos blokade mendatangi massa aksi beserta seratus orang polisi (berseragam dan berpakaian preman) dan preman bayaran. Melihat jumlah massa yang jauh lebih sedikit dari pada aparat, para demonstran memilih kembali ke jalan Pandang Raya yang telah diblokade. Tapi polisi terus mengejar, dan menyisir sampai ke rumah-rumah warga. Polisi kemudian menangkapi beberapa orang mahasiswa yang disertai tindakan-tindakan brutal seperti :
1. memukuli dengan menggunakan balok dan batu,
2. menendang-nendang sampai beberapa peserta aksi pingsan,
3. menyeret-nyeret, dan mengeroyok

Personil polantas yang merasa kesal motornya dibakar terus memprovokasi teman temannya untuk menyerang. Masuk ke lingkungan warga di Pandang Raya. Mahasiswa yang menjadi korban kebiadaban polisi tersebut mengalami luka-luka yang parah, dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Salah satu korban tersebut Fadli, mahasiswa STMIK Dipanegara Makassar, babak belur di bagian wajah, memar sekujur badan. Bahkan beberapa bagian mata dan bibir robek, yang mengakibatkan korban tidak bisa bergerak aktif, makan dan berbicara secara normal.

Mahasiswi yang ditangkap
1. Dian Sabrina
2. Citra Wati Anggraini (Mahasiswa AKBID REFORMASI)
3. Astri wulandari
4. Stevany Wijaya (Mahasiswa Fakultas Sastra Unhas)

Mahasiswa yang ditangkap dan menjadi korban brutalitas polisi :
1. Septiandi (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas)
2. Abd. Darmanto (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas);
3. Muaidil Haq (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas);
4. Ahmad fahruddin (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unhas);
5. Fadly (Mahasiswa STIMIK Dipanegara);

Dukung perjuangan mahasiswa menolak kenaikan BBM, melawan brutalitas polisi, dan menolak kekerasan akademik di berbagai kampus. Sebarluaskan informasi ini untuk meluruskan pemutarbalikan dan penyembunyian fakta oleh media massa yang dikuasai oleh pihak polisi.

Kirimkan pesan kecaman terkait penangkapan 8 (delapan) orang kepada Kapolda Sulsel Mudji Waluyo (08114475577), Kapolrestabes Makassar Josef Wisnu Sandjaya (08127542288).

Biarkan mereka tahu bahwa kita tidak bisa diperlakukan begitu saja! Biarkan mereka tahu bahwa kita banyak dan akan terus mengintai mereka!

TOLAK KENAIKAN BBM !
LAWAN BRUTALISME POLISI !
BEBASKAN KAWAN KAMI !
( http://facebook.com/koran.serum )


 ### Indonesia Raya ###

4 komentar:

  1. tlg kabari klo ada kegiatan.. kami dari bem fh ukip makassar turut prihatin atas kejadian ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Korban masih di berikan Keadilan HUKUM.

      Hapus
  2. radikal sekali ! itulah konsekuensi nya

    BalasHapus
  3. Sungguh mendidi darah ini, melihat foto dan membaca kronologi yang menimpah kawan kita.

    BalasHapus

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<