Senin, 06 Mei 2013

Timah panas itu selalu di tumpahkan untuk membunuh

Jenazah Tertembak Polisi 
Diarak Keliling Kota

Sulawesi Tenggara, Jenazah Labila, nelayan asal yang tewas tertembak oleh anggota polisi diarak keliling kota oleh keluarga dan juga warga. Keluarga menuntut kepolisian untuk mengusut pelaku penembakan. http://youtube.com/watch?v=U7NoLoRK9y8


Tidak reda timah panas itu selalu di tumpahkan untuk membunuh dan setelah itu berlindung atas nama institusinya "yang merasa kebal hukum" rupanya tidak cukup selesai dengan cara yang telah dilakukan yang seharusnya ini menjadi sikap jera bukan hanya sebatas sikap melawan proses hukum atau melecehkan kepercayaan hukum,
ingat rakyat tidak lupa dengan Ogan Ilir dan Cebongan dan jangan paksa rakyat untuk mengambil langkah yang sama krn fakta hukum tidak pernah berpihak pada rakyat.

Kemarin lalu kita lihat kekerasannya terhadap saudara kita mahasiswa makassar Aldy STIMIK dlm melakukan aksi 2 Mei 2013,
Sekarang kembali kita menjadi penonton saudara, orang tua kita nelayan Sulawesi Tenggara yang ditembak polisi,
dan besok selasa 07 Mei 2013 kita menyaksikan sidang kriminalisasi 5 laskar Pejuang Unpam di Pengadilan Tanggerang pada peristawa 18 oktober 2012 pada saat mereka menentang dan melawan kekerasan polisi.........

Semoga Kita bukan generasi yang mati akan hati dan tanggung jawab kita
waktu harus membawa POLRI dibawah Depdagri

1 komentar:

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<