Jumat, 14 Maret 2014

"PELACURAN" KAUM INTELEKTUAL DALAM PUSARAN POLITIK ELEKTORAL BERBAYAR

Note 14|04|2014

"PELACURAN" KAUM INTELEKTUAL DALAM PUSARAN POLITIK ELEKTORAL BERBAYAR

By: Haris Rusly |Petisi 28

Di era Orde Baru, terbit sebuah buku menarik karya Julien Benda, "The Betrayal of the Intellectuals", yg diterjemahkan & diterbitkan Gramedia, dengan judul PENGKHIANATAN KAUM CENDIKIAWAN.

"Benda mengkritik tajam kaum intelektual Perancis yg mendukung perang dunia I & II. Benda terhina & tak mau menyebut dirinya sebagai kaum intelektual".

Keadaan yg nyaris memiliki kesamaan dengan situasi Perancis kala itu terjadi pada bangsa kita saat ini. Di sini, tak hanya pengkhianatan, dengan kadar yg jauh lebih buruk, terjadi "pelacuran" yg dilakukan kaum intelektual.

Kaum intelektual dengan prinsip kejujuran akademik, seharusnya menjadi "pelita", yg berdiri dengan "obor" menerangi gelapnya keadaan sebuah masyarakat. Tapi, kenyataanya justru mereka ambil bagian turut menciptakan situasi gelap bersama para politisi.

Di sini para intelektual hadir untuk mendukung sistem yg membawa kerusakan, dibayar untuk membuat analisa mendukung calon Presiden atau Kepala Daerah, menjadi padagang survey yg dibayar mahal untuk merekayasa popularitas figur Capres atau Kepala Daerah tertentu.

Sebagai contoh, di saat sebelum Pileg, para intelektual tersebut dibayar untuk buat survey yg hasilnya telah direkayasa, pertama, bila Jokowi diajukan sebagai Capres sebelum Pileg akan mengurangi angka Golput. Kenyataannya angka Golput tertinggi berkisar antar 47-51 %. Kedua, bila dicapreskan sebelum Pileg, Jokowi mendongkrak elektabilitas PDIP dari 24 % menjadi 30 %. Kenyataannya elektabilitas PDIP melorot dari 24 % menjadi 18 %.

Di awal reformasi 1998, sejumlah intelektual juga "melacurkan" diri ke asing untuk mengkampanyekan amandemen UUD 1945 yg menguntungkan kepentingan asing. Kini, UUD amandemen telah memicu kekacauan negara.

SEBAGAI "PELACUR" INTELEKTUAL, TENTU "URAT MALU" PARA INTELEKTUAL TERSEBUT TELAT PUTUS. MEREKA PASTI CUCI TANGAN ATAS SEJUMLAH KESALAHAN TERSEBUT.

□□□

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<