Rabu, 10 September 2014

MENYESATKAN JIKA SIKAP TRAUMATIK DIJADIKAN LANDASAN MEN-DESIGN SISTEM NEGARA

Note 10|09|2014

MENYESATKAN JIKA SIKAP TRAUMATIK DIJADIKAN LANDASAN MEN-DESIGN SISTEM NEGARA

By: Haris Rusly |Petisi 28

Sebetulnya masalah besar bangsa kita saat ini ada pada Pancasila sebagai dasar filosofi yg belum mempunyai operasional sistem yg baku, seperti yg dimiliki ideologi besar (Kapitalisme, Komunisme & Islamisme).
Padahal ideologi membutuhkan operasional sistem untuk mewujudkan ide yg abstrak menjadi nyata & dirasakan manfaatnya.

Belajar dari umat Kristen, dasar filosofinya ada pada Yesus & Kitab Injilnya. Namun ajaran Yesus menjadi nyata & tersebar luas karena peranan dari Rasul Paulus yg membangun operasional sistemnya.
Pancasila saat ini hanya slogan kosong, lantaran operasional sistemnya adalah liberalisme politik & ekonomi.
Sangat tepat philosophy grondslag-nya mengacu pada Pancasila 1 Juni Bung Karno. Namun, operasional sistem negaranya mengacu pada sintesa sistem dari Orde Baru & era reformasi, yg disertai sejumlah penyempurnaan.

Pertama, pembatasan masa jabatan Presiden. Kedua, hak politik tentara dibatasi. Ketiga, utusan golongan & utusan daerah di MPR RI tak diangkat Presiden, tapi diutus oleh golongannya & DPRD. Keempat, Pilkada oleh DPRD yg diawasi oleh KPK, PPATK, media massa & medsos. Kelima jaminan terhadap kemerdekaan berkeyakinan, berserikat & berpendapat.

Tak usah kuatir, kita tak akan kembali lagi ke rezim diktator seperti dulu, karena revolusi kemerdekaan menyampaikan pendapat melalui medsos, dll. tak akan sanggup dirampas kembali oleh siapapun penguasanya.

Dan ingat, jangan sampai kita mendesign sistem negara dengan dasar trauma. Orang trauma itu tak akan bisa melangkah & mengambil hikmah dari "up and down" kehidupan.

Negara itu harus didesign sistemnya berdasar pada filosofi & tantangan, bukan trauma. Yg ada pada bangsa kita saat ini bukan JASMERAH, tapi trauma terhadap dua periode di masa lalu.

Mari kita bangun tradisi berdemokrasi sesuai budaya bangsa & filosofi Pancasila, tak usah tiru demokrasi model Amerika.

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<