Kamis, 02 Oktober 2014

TAK AKAN ADA KEKUATAN YG MAMPU MENCEGAH KERUNTUHAN SISTEM NEGARA ERA REFORMASI YG BERAKIBAT BARATAYUDHA

Note 02|10|2014

By: Haris Rusly |Petisi 28

Selain Tuhan Yang Maha Kuasa, nampaknya tak akan ada kekuatan yg mampu mencegah keruntuhan sistem negara era reformasi yg pasti berdampak pada timbulnya perang saudara (baratayudha).

Bila krisis yg menimpa sebuah negara masih menyentuh aspek politik & ekonomi, itu masih relatif mudah diatasi. "Ada banyak negara di dunia yg sering mengalami krisis ekonomi & krisis politik jatuh bangun pemerintahan, tapi masih tetap kokoh berdiri".

Namun, jika sebuah bangsa telah mengalami krisis yg menyentuh jantung kehidupannya, yaitu krisis moralitas & nilai-nilai yg menjadi panduan kehidupan bernegara, maka kita tak akan mampu mencegah jalannya bangsa tersebut menuju keruntuhannya.

Sejarah mengajarkan, selain invasi bangsa lain & bencana alam, tenggelamnya sebuah bangsa juga disebabkan karena runtuhnya moralitas & nilai-nilai, yg mengubah kebersamaan menjadi mementingkan kepentingan individu & kelompok (agama, suku & parpol), mengubah rasa saling percaya menjadi saling curiga, mengubah persatuan menjadi perpecahan.

"Karena itu, kita hanya bisa intervensi mempercepat & mengarahkan keruntuhan sistem negara era reformasi yg pasti berdampak pada 'baratayudha', untuk tujuan meminimalisir ekses negatif terhadap masa depan bangsa & negara".

Apapun obat mujarabnya, rasanya saat ini sangat sulit untuk menyembuhkan penyakit bangsa yg telah kronis. Kini, keruntuhan moral & nilai-nilai telah menimpa mereka yg berkuasa di eksekutif, yudikatif & legislatif, juga di gerakan masyarakat sipil (LSM & gerakan mahasiswa & intelektual). Bahkan, media massa yg seharusnya menjadi kekuatan kontrol yg independen, tapi justru menjadi alat kepentingan parpol maling.

Tak perlu heran jika Sidang DPR-RI tadi malam lebih buruk dari kebun binatang, lantaran anggotanya adalah produk yg tak lepas dari sistem & situasi politik Pemilu 2014 yg diwarnai politik uang & menipu rakyat, Pemilu terparah sepanjang sejarah Indonesia.

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<