Selasa, 23 Desember 2014

PERANG MULUT OJK DENGAN BI DI DALAM RUANG SIDANG MK DI TENGAH BADAI KRISIS KEUANGAN & PERBANKAN

○○

PERANG MULUT OJK DENGAN BI DI DALAM RUANG SIDANG MK DI TENGAH BADAI KRISIS KEUANGAN & PERBANKAN

Oleh: Salamuddin Daeng
Insitute Global Justice (IGJ)


Sidang terakhir Judicial Review UU 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (22/12/2014) menghadirkan dua saksi yakni dari Bank Indonesia (BI) & Persatuan Perbankan Nasional (PERBANAS).

Dalam persidangan terkuaklah bagaima BI sangat terganggu dalam tugasnya menjaga stabilitas keuangan, perbankan, lalu lintas pembayaran & lainnya, karena adanya ruang lingkup kewenangan yg sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga terjadi tumpang tindih kebijakan.

Sementara pihak PERBANAS secara implisit menyatakan keberatanya atas segala pungutan OJK, meminta agar perbankkan dikembalikan pengawasannya kepada BI. Selain karena BI tak memberlakukan pungutan, mereka menghendaki agar pengaturan moneter dengan pengawasan perbankan sebaiknya diintegrasikan.

Meski Presiden Jokowi hari ini mengajak kedua lembaga ini untuk bertemu (23/12/2014), namun konflik antara BI dan OJK merupkan konflik kelembagaan. Hal ini dikarenakan adanya ruang kewenangan yg sama dari dua lembaga yg independen dalam mengurusi masalah perbankan yg merupakan jantung ekonomi.

"Sementara OJK tak mungkin melepaskan cengkramannya atas perbankan karena merupakan sumber iuran terbesar bagi OJK".

Sumber Kekacauan kelembagaan keuangan adalah Amandemen UUD 1945 & reformasi kelembagaan yg dimotori IMF, WB & ADB yg melahirkan Bank Indonesia (BI) yg independen, selanjutnya UU BI melahirkan lagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yg independen. Kedua lembaga tersebut kedudukannya setara & tak bisa diinterpensi oleh Presiden.

Di tengah badai krisis keuangan yg saat ini melanda Indonesia, terutama sektor perbankan & keuangan yg memiliki tanggungan utang luar negeri paling besar, konflik kelembagaan BI & OJK sangat menyeramkan. Disaat yg sama perbankan menjadi sasaran bancakan OJK, sementara jika perbankan kolaps, OJK tak bertanggung jawab.

○○

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<