Sabtu, 10 Januari 2015

HUKUM MATI KORUPTOR


Catatan : M.Hatta Taliwang

Mengingat kebal dan bekunya NURANI BANGSA ini, maka PENEGAKAN HUKUM ala POLISI,JAKSA bahkan KPK sudah TIDAK MEMADAI.

Penegakan hukum yg mengandalkan BUNYI AYAT DAN PASAL melahirkan BISNIS PASAL/AYAT. Penegakan hukum sama dengan WANIPIRO.

Yg dibutuhkan bangsa ini sekarang PENEGAKAN KEADILAN. Keadilan itu SOAL RASA bukan SOAL AYAT/PASAL.
Karena itu KEADILAN punya dimensi MORAL, POLITIK, SOSIAL, AGAMA, BUDAYA dll.

Untuk kasus INDONESIA sekarang yg sudah DARURAT HUKUM dan DARURAT KEADILAN, maka DIMENSI SOSIAL POLITIK demi KESELAMATAN NEGARA mesti jadi PERTIMBANGAN UTAMA.

Implementasinya BISA REVOLUSI dlm penegakan KEADILAN/HUKUM.
Ada cara TERBUKA : misalnya keluarkan ATURAN (EDARAN MA?)Sbg TEROBOSAN HUKUM bahwa sekarang KORUPTOR BISA DIHUKUM MATI/GANTUNG !  Setelah itu ada 10 orang jadi SAMPLE.

Ada cara TERTUTUP misalnya semacam PETRUS thadap terdakwa dan hakim yg memutuskan perkara dengan hukuman ringan, padahal publik tahu yg bersangkutan BERSALAH BESAR. Ya semacam STREET JUSTICE terbatas.

Ini methode SHOCK TERAPI HUKUM, yg mestinya BERKALA dilakukan oleh bangsa yg INGIN BERUBAH DAN BESAR.

Di era Awal SOEHARTO berkuasa pernah ada MAHMILUB utuk mereka YANG DIDUGA G30S/PKI.  Bukti2 masih lemah tapi banyak yg dihukum/eksekusi.

Sekarang BUKTI2 BERTABURAN tapi TAK ADA YG DIEKSEKUSI.         KORUPTOR tetap leluasa ikut kontestasi politik dan jadi bagian dari kekuasaan

Kita  bukan AHLI HUKUM tapi NURANI KEADILAN dlm batin hrs TERUS MENYALA ! Tksh. MHT.10/01/15.                                       

Catatan : Yg setuju bantu sebar ya?

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<