Senin, 07 September 2015

KOMPLOTAN SAUDAGAR & TAIPAN SELALU MENCIPTAKAN & MEMANFAATKAN SITUASI KRISIS UNTUK MERAMPOK

■■■
Note 07|09|2015

Seri 3
KOMPLOTAN SAUDAGAR & TAIPAN SELALU MENCIPTAKAN & MEMANFAATKAN SITUASI KRISIS UNTUK MERAMPOK

By: Haris Rusly |Petisi 28

Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang peta oligarki atau gurita komplotan saudagar & taipan yg menguasai, mengendalikan & mencekeram dari hulu hingga hilir pemerintahan Joko-Kalla, alangkah baiknya kita mengetahui modus yg sering digunakan para saudagar & taipan untuk merampok, terutama memanfaatkan situasi krisis.

Tentu masih segar di ingatan kita tentang perampokan ribuan triliun menggunakan mekanisme BLBI dengan memanfaatkan situasi krisis moneter (1997-1998). Demikian juga perampokan menggunakan mekanisme bailout terhadap Bank Century yg memanfaatkan situasi krisis keuangan global (2008).

"Krisis bagi sebagian kelompok masyarakat adalah musibah. Namun, bagi para saudagar & taipan, krisis bisa saja di-'create' menjadi peluang untuk tujuan melakukan perampokan yg lebih besar".

Situasi krisis keuangan adalah peluang untuk merampok bank atau memangsa asset yg bangkrut. Situasi krisis sembako adalah peluang merampok melalui mekanisme impor. Demikian juga situasi krisis listrik & krisis infrastruktur dapat dimanfaatkan oleh para saudagar & taipan untuk merampok dalam berbagai skema.

Situasi krisis memang menciptakan kemudahan untuk merampok, karena melahirkan keadaan amburadul tanpa sistem & tanpa kepemimpinan. Atas nama situasi krisis & keadaan darurat, pemerintah yg dikuasai para saudagar & taipan mempunyai alasan untuk menabrak berbagai peraturan perundang-undang yg berlaku.

Sebagai contoh dari kasus tersebut adalah surat edaran yg dibuat oleh Presiden Joko Widodo kepada seluruh penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan & KPK) untuk tidak mempidanakan kebijakan yg dibuat pemerintah pusat hingga daerah. Demikian juga intervensi terhadap penegakan hukum yg disampaikan secara lisan oleh Wapres Jusuf Kalla kepada Bareskrim Polri untuk mengubah Pidana korupsi di Pelindo II menjadi kasus perdata.

(bersambung...)

Facebook Comments

0 komentator:

Poskan Komentar

Mohon Ma'af untuk tidak berkomentar yang mengangung SPAM. Silahkan berkomentar sebagai masukan untuk kami. Komentar anda sangat berarti, untuk kemajuan blog ini.
>>> Terimakasih anda telah mengungjungi blog AHMAD MUHIBULLAH/CP:087828150515, Jangan Lupa mampir lagi yahhh <<<